Program Rehabilitasi Kasus Narkoba Hemat Uang Negara Rp2 Triliun

    Theofilus Ifan Sucipto - 30 Maret 2021 22:57 WIB
    Program Rehabilitasi Kasus Narkoba Hemat Uang Negara Rp2 Triliun
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto menekankan pentingnya rehabilitasi dalam penanganan kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Program rehabilitasi yang baik diklaim mampu menghemat pengeluaran negara.

    “Perawatan tahanan di lembaga pemasyarakatan yang sebagian besar adalah tahanan kasus narkoba, yang memakan biaya hampir Rp2 triliun setiap tahunnya, dapat ditekan,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Maret 2021.






    Agus menyebut penghematan itu bisa membantu pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Kemudian, mengalokasikan dananya untuk menangani pandemi covid-19.

    Baca: Peredaran Sabu dari Malaysia di Bagan Siapiapi Digagalkan

    Program rehabilitasi, kata Agus, mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Beleid itu dinilai memiliki semangat menyelamatkan anak bangsa melalui rehabilitasi.

    “Ke depan harus menjadi prioritas kita, pecandu wajib direhabilitasi,” tegas jenderal bintang tiga itu.

    Menurut Agus, kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba merupakan tantangan transnasional. Apalagi, distribusinya melibatkan perdagangan gelap lintas negara.

    “Karena itu diperlukan sinergitas seluruh stakeholder dalam penanganan narkoba dan rehabilitasi narapidana narkoba,” papar dia.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id