Menengok Aturan Staf Khusus KPK yang Dikritik Eks Komisioner

    Fachri Audhia Hafiez - 19 November 2020 09:06 WIB
    Menengok Aturan Staf Khusus KPK yang Dikritik Eks Komisioner
    Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI
    Jakarta: Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi (Perkom) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja KPK menuai kritik dari mantan pimpinan Lembaga Antirasuah. Salah satu yang disoroti adalah jabatan staf khusus dalam struktur organisasi KPK teranyar.

    Posisi staf khusus dijelaskan dalam dua pasal pada Bab IX Perkom Organisasi KPK tersebut, yakni Pasal 75 dan Pasal 76. Kedua pasal itu mengatur posisi, fungsi, dan kriteria keahlian yang harus dimiliki staf khusus.

    "Staf khusus merupakan pegawai yang memiliki keahlian khusus, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada pimpinan," bunyi Pasal 75 ayat 1 Perkom Organisasi KPK dikutip Medcom.id, Kamis, 19 November 2020.

    Staf khusus berjumlah paling banyak lima orang. Keahlian staf ahli meliputi bidang teknologi informasi, sumber daya alam dan lingkungan, hukum korporasi dan kejahatan transnasional, manajemen dan sumber daya manusia, serta ekonomi dan bisnis. Pasal 74 ayat 2 aturan tersebut juga menyatakan staf khusus dapat memiliki keahlian lain jika dibutuhkan KPK.

    Kemudian, Pasal 76 yang terdiri tiga ayat memerinci tugas dan fungsi dari staf khusus. Misalnya, memberikan pertimbangan isu strategis hingga menyiapkan bahan keperluan rapat pimpinan KPK.

    Baca: KPK Restrukturisasi Organisasi, Ada Staf Khusus hingga Perubahan Nomenklatur

    Posisi staf khusus sempat dikritik mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Menurut dia, jabatan tersebut tidak ada dalam tradisi KPK dan berpotensi menimbulkan kekacauan.

    Pendiri Indonesian Corruption Watch (ICW) itu mensinyalkan staf khusus ini menjadi cara pimpinan membuat menyusupkan pihak yang kredibilitasnya tidak teruji ke KPK. Staf khusus dikhawatirkan bagian dari nepotisme di internal lembaga.

    "Sangat mungkin pihak yang dimasukkan adalah bagian dari jaringan kroni dan nepotismenya. Korupsi justru dapat terjadi pada Lembaga Antikorupsi," kata Bambang, dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 November 2020.

    Staf khusus merupakan jabatan tambahan dari bagian restrukturisasi organisasi internal. Perubahan struktur ini juga menambah belasan jabatan baru di Komisi Antirasuah.

    Selain itu, nomenklatur beberapa jabatan berubah bahkan dihilangkan dari Perkom Nomor 03 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja KPK yang sebelumnya dipakai.

    Berikut isi lengkap kedua pasal yang mengatur staf khusus dalam (Perkom) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja KPK:
    Pasal 75
    (1) Staf Khusus merupakan pegawai yang memiliki keahlian khusus, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada pimpinan.
    (2) Staf Khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berjumlah paling banyak lima orang dengan keahlian meliputi bidang teknologi informasi, sumber daya alam dan lingkungan, hukum korporasi dan kejahatan transnasional, manajemen dan sumber daya manusia, ekonomi dan bisnis, dan/atau keahlian lain sesuai kebutuhan Komisi Pemberantasan Korupsi.
    (3) Staf khusus diangkat dan diberhentikan oleh sekretaris jenderal.

    Pasal 76:
    (1) Staf Khusus mempunyai tugas memberikan telaah, rekomendasi, dan pertimbangan terkait isu strategis pemberantasan korupsi sesuai bidang keahliannya.
    (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Staf Khusus menyelenggarakan fungsi:
    a. penalaran konsepsional suatu masalah sesuai bidang keahlian dan pemecahan persoalan secara mendasar dan terpadu untuk bahan kebijakan pimpinan;
    b. pemberian bantuan kepada Pimpinan dalam penyiapan bahan untuk keperluan rapat, seminar atau kegiatan lain yang dihadiri oleh Pimpinan; dan
    c. pelaksanaan tugas-tugas lain dalam lingkup bidang tugasnya atas perintah Pimpinan.
    (3) Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), Staf Khusus didukung oleh sekretariat pimpinan.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id