Prosedur Panjang Buat Operasi KPK Berpotensi Bocor

    Kautsar Widya Prabowo - 30 November 2020 05:44 WIB
    Prosedur Panjang Buat Operasi KPK Berpotensi Bocor
    Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI
    Jakarta: Keterlibatan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diakui memperpanjang tahapan dalam penindakan. Potensi kebocoran informasi terkait operasi KPK bisa saya terjadi.

    "Kita harus akui ada penambahan tahapan-tahapan (perizinan), penambahan itu ada potensi yang teman-teman (penyidik) sampaikan (berpotensi terbukanya informasi)," ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam diskusi Crosschek by Medcom.id bertajuk 'KPK OTT Menteri, Bukti Jokowi Perangi Korupsi?', Minggu 29 November 2020.  

    Nawawi sependapat dengan keluhan yang disampaikan penyidik ihwal perizinan terhadap Dewas KPK. Ia menekankan setiap proses penyelidikan dan penyidikan tidak dapat diungkapan oleh siapa pun dalam ranah pro justitia.

    Baca: Supervisi Kasus Korupsi Perlu Masuk Hingga ke Daerah

    Nawawi enggan menyebut hak Dewas KPK mendapatkan informasi terkait perkembangan penyelidikan dan penyidikan harus dicabut. Lembaga Antirasuah selalu meminta izin terhadap Dewas KPK saat melakukan penyadapan hingga penggeledehan.

    Koordinasi tersebut dijalankan saat KPK melakukan operasai tangkap tangan (OTT) terhadap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Proses pemantauan terhadap Edhy sudah dilakukan sejak Agustus 2020.

    "Secara umum Dewas tidak menghambat, tapi tahapan-tahapan (perizinan) itu menambahah tahapan. Potensi (kebocoran informasi) sedikit terbuka," terang dia.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id