Konsep Pertahanan di Ibu Kota Baru

    Arga sumantri - 06 November 2019 13:27 WIB
    Konsep Pertahanan di Ibu Kota Baru
    Ilustrasi maket ibu kota baru. Foto: Kementerian PUPR
    Jakarta: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut dalam situasi krisis atau perang, ibu kota suatu negara akan jadi sasaran serangan musuh dengan kekuatan penuh. Ini penting diperhatikan buat pertahanan di ibu kota baru. 

    "Oleh karena itu pembangunan sistem pertahanan di ibu kota negara merupakan suatu hal yang mutlak bagi Indonesia," kata Hadi saat memaparkan konsep pertahanan ibu kota baru di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 6 November 2019. 

    Hadi mengatakan ada beberapa hal di bidang pertahanan yang perlu menjadi perhatian terkait pemindahan ibu kota. Misalnya, pemberlakuan air defence identification zone (Adis) dan daerah terbatas dan terlarang. Ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pengamanan Wilayah Udara Republik Indonesia.

    "Gelar kekuatan militer yang mampu menghadapi segala bentuk ancaman," tutur dia.

    Hadi menjelaskan perlu pembangunan sistem pertahanan penangkal serangan rudal, pesawat udara musuh, roket, infiltran, dan sabotase siber. Negara juga perlu mewaspadai ancaman chemical biology dan radio aktif, nuklir dan eksplosif.

    "Serta memiliki jalur pendekatan dalam mobilisasi kekuatan militer baik aspek darat, laut, udara sebagai persiapan rencana kontijensi dan rute evakuasi VVIP," papar dia. 

    Hadi mengatakan penempatan satuan TNI di ibu kota baru bakal berada di wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pemerintah bakal membangun pangkalan militer serta gedung pemerintahan lain.

    "Istana presiden, gedung MPR/DPR, kementerian/lembaga negara dan gedung kedutaan negara sahabat," ungkap Hadi. 



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id