Penyuap Grand Kartech Segera Diadili

    Juven Martua Sitompul - 22 Mei 2019 09:43 WIB
    Penyuap Grand Kartech Segera Diadili
    Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Reno Esnir.
    Jakarta: Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas bos PT Grand Kartech Kenneth Sutradja dan Bos Tjokro Group Kurniawan Eddy Tjokro ke jaksa penuntut. Kedua penyuap ini akan diadili atas perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel.

    "Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka ke penuntutan untuk dua tersangka suap terkait pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel," kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2019.
    Dengan pelimpahan berkas ini, kata Febri, jaksa penuntut memiliki waktu 14 hari menyusun surat dakwaan kedua tersangka. Sidang rencananya digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta.

    Febri mengatakan sebanyak 33 saksi telah diperiksa penyidik untuk merampungkan berkas kedua tersangka tersebut. Para saksi yang diperiksa terdiri dari sejumlah unsur yakni Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel dan General Manager Blast Furnace Complex PT Krakatau Steel.

    Kemudian, Asst to President Director PT Grand Kartech, Manager PT Krakatau Steel, dan GM Rolling Mill PT Krakatau Steel. Lalu, pegawai PT Krakatau Steel, pegawai PT Tjokro Bersaudara, dan pegawai PT Grand Kartech.

    Direktur Teknologi dan Produksi PT KrakatauSteel Wisnu Kuncoro ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya yakni Presdir PT Grand Kartech, Kenneth Sutradja; Bos Tjokro Group, Kurniawan Eddy Tjokro; dan satu pihak swasta bernama Alexander Muskitta. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka kasus proyek pengadaan kontainer dan boiler di pabrik blast furnace PTKS, Cilegon, Banten.

    Baca: KPK Periksa General Manager Krakatau Steel

    Ihwal suap ini terjadi pada 2019, saat Direktorat Teknologi dan Produksi PTKS merencanakan kebutuhan barang dan peralatan, masing-masing bernilai Rp24 miliar dan Rp2,4 miliar. Alexander Muskitta diduga menawarkan beberapa rekanan melaksanakan pekerjaan tersebut kepada Wisnu Kuncoro dan disetujui.

    Alexander Muskitta menyepakati komitmen fee dengan rekanan yang disetujui untuk ditunjuk, yakni PT Grand Kartech dan Tjokro Group senilai 10 persen dari nilai kontrak. Alexander Muskitta diduga bertindak mewakili dan atas nama Wisnu Koncoro sebagai direktur teknologi dan produksi PTKS.

    Selanjutnya, Alexander Muskitta meminta Rp50 juta kepada Kenneth Sutardja dari PTGK dan Rp100 juta kepada Kurniawan Eddy Tjokro dari GT. Pada 20 Maret 2019, Alexander Muskitta menerima cek Rp50 juta dari Kurniawan Eddy Tjokro yang kemudian disetorkan ke rekening.

    Kemudian, Alexander Muskitta juga menerima uang sebanyak USD4 ribu atau setara Rp56,64 juta dan Rp45 juta di sebuah kedai kopi di Jakarta Selatan. Uang tersebut kemudian disetorkan ke rekening Alexander Muskitta.

    Wisnu Kuncoro dan Alexander Muskitta sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.




    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id