Prabowo Hati-hati Usut Kasus ASABRI

    Theofilus Ifan Sucipto - 14 Januari 2020 11:34 WIB
    Prabowo Hati-hati Usut Kasus ASABRI
    Menhan Prabowo Subianto (kanan) dan Mengan periode 2014-2019 Ryamizard Ryacudu seusai serah terima jabatan di Kemhan, Jakarta Pusat. Foto: MI/Adi maulana Ibrahim
    Jakarta: Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berhati-hati dalam mengusut dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Prabowo disebut tak ingin gegabah dalam menyelesaikan kasus tubuh badan usaha milik negara (BUMN) itu.

    “Menhan sedang mempelajari dan menunggu informasi lengkap permasalahan dari Menteri BUMN (Erick Thohir) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” kata juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada Medcom.id, Selasa, 14 Januari 2019.

    Menurut dia, eks Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu langsung merespons dengan serius ketika mendapat laporan dugaan korupsi ini. Prabowo berkomitmen memastikan dana prajurit aman di perusahaan pelat merah itu.

    Dahnil menegaskan Kementerian Pertahanan (Kemhan) berkepentingan dengan kasus ini, meski PT ASABRI di bawah Kementerian BUMN. Pasalnya, total aset PT ASABRI berasal dari uang iuran pensiun prajurit TNI/Polri.

    Aset itu, lanjut Dahnil, juga berasal dari pegawai negeri sipil (PNS) TNI/Polri termasuk Kemhan. Gaji pokok mereka dipotong 4,75 persen untuk iuran pensiun dan 3,25 persen untuk tunjangan hari tua setiap bulannya.

    “Jadi Pak Menhan ingin memastikan dana prajurit tidak terganggu,” ungkap dia.

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menerima informasi dugaan korupsi di PT ASABRI (Persero). Dugaan penyelewengan dana asuransi itu diduga dilakukan dengan modus investasi saham gorengan.
     
    "Tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya (PT Asuransi Jiwasraya), di atas Rp10 triliun," kata Mahfud di Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.
     
    Menteri BUMN Erick Thohir siap berkonsultasi dengan Menhan dan Menko Polhukam ihwal PT ASABRI. Pertemuan pihak terkait direncanakan dilakukan setelah Erick kembali ke Indonesia setelah mendampingi Presiden Joko Widodo kunjungan kerja ke Uni Emirat Arab.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id