Anak Buah Imam Nahrawi Menyesal - Medcom

    Anak Buah Imam Nahrawi Menyesal

    Fachri Audhia Hafiez - 29 Agustus 2019 15:20 WIB
    Anak Buah Imam Nahrawi Menyesal
    Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Foto: Medcom.id/Fachri Audia Hafiez)
    Jakarta: Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana mengaku menyesal menerima sejumlah uang dan barang dalam perkara korupsi bantuan dana hibah Kemenpora kepada Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI). Anak buah Menpora Imam Nahrawi itu siap menerima konsekuensi hukum atas kejahatan rasuah yang dilakukannya.

    "Saya sangat menyesal atas penerimaan tersebut yang membuat saya harus menerima konsekuensinya. Saya mohon untuk mempertimbangkan pembelaan diri saya dan memutuskan hukuman saya dengan seadil-adilnya dan seringan-ringannya," kata Mulyana saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi pribadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Ia mengatakan tak berniat dengan sengaja mempercepat proposal persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora. Mulyana juga mengakui menerima penerimaan itu karena menghormati Bendahara Umum KONI Johny E Awuy yang merupakan pensiunan perwira TNI Angkatan Laut (AL) berpangkat Laksamana Muda.

    "Karena menghormati saudara Johny membuat saya sebagai orang timur merasa terenyuh. Saya menghargai saudara Johny dan menerima hadiah-hadiah tersebut," ujar Mulyana.

    Mulyana memohon hukuman bisa ringan karena telah bertindak kooperatif dan jujur selama proses persidangan. Semua penerimaan suap pun telah dikembalikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    "Saya masih memiliki tanggungan keluarga, saya tidak ada niat sedikit pun untuk korupsi dan mengambil uang negara," ujar Mulyana.

    Mulyana sebelumnya dituntut hukuman tujuh tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. Ia dinilai terbukti menerima suap dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kemenpora.

    Mulyana menerima satu unit Mobil Fortuner VRZ TRD warna hitam metalik dengan nomor polisi B 1749 ZJB. Selain itu, dia juga menerima uang sebesar Rp300 juta.

    Kemudian, satu buah kartu ATM Debit BNI nomor 5371 7606 3014 6404 dengan saldo Rp100 juta dan satu buah handphone merek Samsung Galaxy Note 9.

    Semua suap tersebut diterima Mulyana dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johny E Awuy. Suap itu untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora pada tahun kegiatan 2018.

    Pengajuan dana itu termuat dalam proposal dukungan KONI pusat dalam rangka pengawasan, dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018. Kedua, proposal bantuan dana hibah kepada Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event Asian Games dan Asian Para Games 2018.

    Nilai proposal pertama disetujui oleh Kemenpora sebesar Rp30 miliar, dan proposal kedua Rp17,971 miliar.

    Namun, pada proses pengajuan itu ada kesepakatan pemberian komitmen fee dari KONI Pusat kepada pihak Kemenpora. Pemberian fee ini sesuai arahan Miftahul Ulum, asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi kepada Ending dan Johny.

    Atas perbuatannya, Mulyana diyakini melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id