Dugaan Penyebaran Hoaks oleh Hadi Pranoto dan Anji Diselidiki

    Siti Yona Hukmana - 04 Agustus 2020 09:53 WIB
    Dugaan Penyebaran Hoaks oleh Hadi Pranoto dan Anji Diselidiki
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
    Jakarta: Polisi menyelidiki kasus dugaan penyebaran berita bohong (hoaks) yang dilakukan Hadi Pranoto dalam akun YouTube Erdian Aji Prihartanto alias Anji. Penyelidikan dimulai dengan memeriksa pelapor.

    "Rencana kita klarifikasi dulu pelapor MA (Muannas Alaidid) dan saksi-saksi dengan membawa bukti-bukti yang ada," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020.

    Yusri mengatakan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus juga akan memeriksa saksi ahli bahasa dan pidana. Hal itu untuk memastikan unsur-unsur pidana dalam konten YouTube Anji.

    "Setelah saksi ahli, kita periksa terlapor Hadi Pranoto sama pemilik akun YouTube Dunia Manji, akan kita undang untuk klarifikasi," ujar Yusri.

    Polisi akan melakukan gelar perkara setelah rampung memeriksa saksi-saksi. Proses ini untuk menetapkan tersangka.

    Baca: Hadi Pranoto dan Anji Dilaporkan ke Polisi

    Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid melaporkan pembuat herbal antibodi covid-19 Hadi Pranoto dan influencer Anji ke Polda Metro Jaya pada Senin malam, 3 Agustus 2020. Laporan ini buntut klaim Hadi yang mengaku telah menemukan obat covid-19 dalam wawancara di akun YouTube milik Anji.

    Konten YouTube yang ditayangkan musisi Anji pada Sabtu, 1 Agustus 2020, menuai polemik. Pendapat profesor yang dihadirkan dalam konten itu ditentang oleh akademisi, ilmuwan, ikatan dokter Indonesia (IDI), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, influencer, hingga masyarakat luas.

    Laporan Muannas terdaftar dengan nomor LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. Terlapor disangkakan melanggar Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45a Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id