Penyalur Anak ke Pedofil Asal AS Sudah Beraksi Sejak 2017

    Cindy - 20 Juni 2020 18:14 WIB
    Penyalur Anak ke Pedofil Asal AS Sudah Beraksi Sejak 2017
    A, penyalur anak di bawah umur ke warga negara Amerika Serikat Russ Albert Medlin. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
    Jakarta: A, penyalur anak di bawah umur, mengaku sudah mengenal pedofil asal Amerika Serikat Russ Albert Medlin (RAM) sejak 2017. Kala itu, A sudah menjadi penyalur anak untuk RAM.

    "Pada 2017 itu, tersangka A bekerja di salah satu tempat hiburan di Jakarta Barat. Dia bahkan pada tahun itu menyiapkan (anak) bersama-sama dengan RAM," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu, 20 Juni 2020.

    Dia menuturkan A sempat tidak pernah berkomunikasi dengan RAM karena pindah tempat kerja. Pada Februari 2019, A dan RAM baru bertemu kembali dan mulai bertransaksi penyediaan anak di bawah umur.

    "Sejak Februari 2019 itu, dia menyiapkan beberapa wanita, anak-anak di bawah umur, bahkan setiap minggu dia menyiapkan ke jalan Brawijaya itu," ujar Yusri.

    Berdasarkan keterangan awal, A hanya menyalurkan 10 anak-anak di bawah umur kepada buronan Federal Bureau of Investigation (FBI) itu. Namun kepolisian masih mendalami pernyataan tersebut.

    "Apakah memang 10 (orang) karena berdasarkan pengakuan setiap minggu dihadirkan sekitar dua sampai tiga anak di bawah umur. Ini masih terus kita dalami," paparnya.

    Baca: Penyalur Anak ke Pedofil Asal Amerika Ditangkap

    Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sebelumnya menangkap RAM di sebuah rumah di kawasan Brawijaya VIII, Jakarta Selatan pada Senin, 15 Juni 2020. Dia menyetubuhi tiga anak perempuan di bawah umur dengan imbalan uang Rp2 juta.

    Persetubuhan dengan anak di bawah umur itu diabadikan dalam sebuah video. Russ meminta salah satu korban merekam.

    Buron FBI itu mendapatkan anak di bawah umur dari tersangka A dengan cara berkomunikasi melalui media sosial WhatsApp. A merupakan seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI).

    RAM telah ditahan di Polda Metro Jaya. Warga Amerika Serikat itu dijerat Pasal 76 D jo Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.   



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id