• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Mengembalikan Uang Hasil Korupsi Tidak Menghapus Pidana

09 November 2018 14:00 wib
Ilustrasi--Penyidik KPK menunjukkan barang bukti uang hasil
Ilustrasi--Penyidik KPK menunjukkan barang bukti uang hasil operasi tangkap tangan di Lampung, di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Jakarta: Dalam beberapa kasus, tersangka korupsi kerap mengembalikan uang haram hasil rasuah ke penegak hukum. Harapannya, pidana dapat dieliminasi.

Ketua Pusat Studi Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (UGM) Oce Madril memastikan pengembalian uang hasil korupsi tidak dapat menghapus pidana. Hal itu sesuai dengan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. 

"Korupsi itu bagian dari kejahatan terhadap negara yang merugikan negara dan perekonomian negara. Kalau pelakunya mengembalikan uang hasil korupsi itu bukan alasan menghapus pidana," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Editorial Media Indonesia, Jumat, 9 November 2018.

Ia mengatakan korupsi adalah kejahatan luar biasa terhadap negara sehingga bagaimana pun harus diproses secara hukum. Kalau pun uang korupsi dikembalikan, itu soal lain. 

Perbuatan korupsi, kata dia, tak cuma melanggar hukum namun juga mencederai kepercayaan negara terhadap komitmen pemangku jabatan. "Pengembalian uang hanya faktor meringankan," ungkapnya.

Kendati dapat meringankan hukuman, pengembalian uang bukanlah faktor utama. Butuh pertimbangan lain untuk memberikan keringanan mengingat kerugian negara dari sejumlah kasus korupsi bertambah dengan banyaknya aset yang hilang dan tidak bisa dikembalikan. Pengembalian uang pun hanya dipandang sebagai iktikad baik. 

"Kalau misalnya korupsi Rp25 miliar dan yang dikembalikan hanya Rp1 miliar itu namanya mengelabui hukum. Tentu harus dilihat gejala-gejala seperti itu," kata dia. 




(MEL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.