Korupsi ASABRI, 7 Saksi Diperiksa Dalami Keterlibatan MI dan Teddy Tjokro

    Siti Yona Hukmana - 05 Oktober 2021 21:33 WIB
    Korupsi ASABRI, 7 Saksi Diperiksa Dalami Keterlibatan MI dan Teddy Tjokro
    Logo PT ASABRI (Persero). Foto: Dok ASABRI



    Jakarta: Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Sebanyak tujuh saksi diperiksa untuk menyelisik kasus rasuah di perusahaan pelat merah itu. 

    "Sebanyak enam orang diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 manajer investasi (MI) dan satu orang diperiksa terkait pendalaman pengelolaan dana investasi di PT ASABRI terhadap tersangka TT (Teddy Tjokro)," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Oktober 2021. 

     



    Sebanyak enam saksi yang diperiksa untuk pendalaman tersangka 10 MI ialah Direktur Pacific 2000 Sekuritas HL, nominee POS, nominee CCW, nominee C, Direktur Utama PT Pool Advista Tbk M, dan Sales Obligasi PT Bumiputera Sekuritas EW. Saksi untuk tersangka Teddy ialah Direktur PT Bliss Properti Indonesia Tbk GJL. 

    Baca: Kejagung Telusuri Aset Terdakwa Kasus Korupsi ASABRI di NTB

    Menurut Leonard, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana. Informasi yang didengar, dilihat, dan dialami saksi bakal digali.

    "Guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di PT ASABRI," ungkap Leonard. 

    Kejagung menetapkan sembilan tersangka kasus dugaan korupsi di ASABRI yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp22,78 triliun. Sebanyak dua tersangka ialah terpidana kasus korupsi Jiwasraya, yakni Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat.

    Ketujuh lainnya ialah Dirut ASABRI periode 2011-Maret 2016, Adam Rachmat Damiri; Dirut ASABRI periode Maret 2016-Juli 2020, Sonny Widjaja; Dirut Keuangan ASABRI periode Oktober 2008-Juni 2014, Bachtiar Effendi; Dirut ASABRI periode 2013-2014 dan 2015-2019, Hari Setiono; Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi; Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship, Jimmy Sutopo; dan Presiden Direktur PT Rimo Internasional Lestari, Teddy Tjokro Saputra.

    Sebanyak delapan tersangka telah berstatus terdakwa. Sementara itu, berkas Teddy yang merupakan adik kandung Benny Tjokro baru dilengkapi untuk dilimpahkan ke pengadilan. 

    Selain tersangka perorangan, Kejagung menetapkan 10 perusahaan MI sebagai tersangka. Mereka ialah PT IIM, PT MCM, PT PAAM, PT RAM, PT VAM, PT ARK, PT OMI, PT MAM, PT AAM, dan PT CC. Berkas perkara 10 korporasi juga telah dilimpahkan ke pengadilan. 

    Mereka didakwa Primer Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Dakwaan subsider terkait Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id