Ingin Berantas Teroris di Papua, BNPT Minta Tambah Anggaran

    Andhika Prasetyo, Media Indonesia.com - 03 Juni 2021 15:57 WIB
    Ingin Berantas Teroris di Papua, BNPT Minta Tambah Anggaran
    Kepala BNPT Komjen Boy Rafly Amar. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay



    Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengajukan usulan tambahan anggaran untuk tahun anggaran 2021. Total anggaran yang diusulkan BNPT sebesar Rp46 miliar.

    Sebanyak 21 persen atau Rp10 miliar dari total anggaran tambahan tersebut akan digunakan untuk penguatan sejumlah program di Papua dan Papua Barat. Di antaranya, pengawasan ancaman terorisme, pelaksanaan deradikalisasi di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) khusus, serta identifikasi prapembinaan dan pembinaan kepada sasaran deradikalisasi.

     



    "Ini tidak terlepas dari perubahan status KKB (kelompok kriminal bersenjata) menjadi kelompok teroris sebagaimana diumumkan Menkopolhukam (Mahfud MD)," ujar Boy dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis, 3 Juni 2021.

    BNPT sudah bertemu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk membahas tambahan anggaran tersebut pada 28 Mei 2021. "Namun, sampai saat ini belum dapat persetujuan," kata dia.

    Sementara itu, Anggota Komisi III dari Fraksi PDIP, Muhammad Nurdin, tak mempersoalkan usulan penambahan anggaran BNPT. Yang jelas, kata dia, BNPT harus bisa memberikan pemahaman yang jelas kepada pemerintah.

    "Kalau tidak diberikan, mungkin karena BNPT tidak bisa meyakinkan pemerintah dan banggar (badan anggaran), tidak bisa memberi pemahaman, apa kepentingannya," ucap Nurdin.

    Baca: Teroris yang Ditangkap di Merauke Bukan Warga Asli Papua

    Hal senada diungkapkan Anggota Komisi III dari Fraksi PAN, Sarifuddin Sudding. Menurut dia, pemerintah tidak bisa mengirit-irit anggaran dalam rangka memberantas terorisme.

    "Saya rasa anggaran dan usulan tambahan ini tidak seberapa. Kita memang harus serius dalam penanggulanagan terorisme. Ini tindak pidana yang tiap saat bisa mengancam keamanan dan keselamatan masyarakat," kata Sarifuddin.

    Tahun ini, BNPT memperoleh anggaran sebesar Rp442 miliar untuk belanja pegawai serta belanja barang operasional dan nonoperasional. Hingga akhir Mei 2021, realisasi serapan sudah mencapai 35 persen.

    BNPT mengeklaim sejak 2017 anggaran yang diberikan pemerintah kepada BNPT cenderung menurun. Pada 2017, BNPT memperoleh alokasi sebesar Rp724 miliar. Tahun berikutnya, anggaran lembaga dipangkas menjadi Rp544 miliar. Anggaran sempat naik pada 2019 sebesar Rp706 miliar, namun anggaran kembali dipotong pada 2020 menjadi Rp443 miliar.

    Penyebab turunnya anggaran adalah selama tiga tahun atau sejak 2017, BNPT tidak melakukan belanja modal. Ditambah ada penghematan anggaran kementerian/lembaga akibat pandemi covid-19.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id