Pemberian Remisi Koruptor Diharap Tidak Serampangan

    Candra Yuri Nuralam - 01 November 2021 09:03 WIB
    Pemberian Remisi Koruptor Diharap Tidak Serampangan
    Plt juru bicara KPK, Ali Fikri/Antara/M Risyal Hidayat.



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemberian remisi untuk koruptor tidak sembarangan. Masukan dari KPK diharap digunakan sebelum memberikan diskon hukuman untuk koruptor.

    "Kami berharap pemberian remisi bagi para pelaku extra ordinary crime, tetap mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat dan masukan dari aparat penegak hukumnya," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin, 1 November 2021.

     



    Ali mengatakan masukan dari pihaknya dinilai penting untuk memberikan remisi. Sebab, pelaku korupsi kerap tidak kooperatif saat diperiksa pada tahap penyidikan maupun persidangan demi mendapatkan hukuman rendah.

    "Pada prinsipnya, pemberantasan korupsi adalah upaya yang saling terintegrasi antara penindakan-pencegahan-dan juga pendidikan," ujar Ali.

    Dalih itu bisa diketahui KPK saat proses penyidikan dan persidangan. Saat sudah mejalani masa penahanan, pelaku korupsi hanya berperilaku baik untuk menjalani binaan.

    Baca: MA Disebut Inkonsisten dan Keliru Soal Pembatalan PP 99 Tahun 2012

    Harapan KPK itu diminta dipertimbangkan stakeholder terkait. Lembaga Antikorupsi tidak mau remisi menjadikan hukuman koruptor lembek dan berpotensi menghilangkan efek jera.

    "Karena keberhasilan pemberantasan korupsi butuh komitmen dan ikhtiar kita bersama, seluruh pemangku kepentingan. Baik pemerintah, para pembuat kebijakan, lembaga peradilan, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat," kata Ali.

    Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan. Pemberian remisi untuk narapidana kasus korupsi kini tidak dibarengi dengan syarat yang ketat lagi.

    Selain kasus korupsi, beleid itu juga mengatur tentang remisi yang ketat untuk narapidana terorisme, narkoba, dan kejahatan luar biasa. Kini narapidana di kasus itu bakal dapat remisi yang sama.

    Setidaknya, narapidana kasus korupsi dan lainnya itu kini akan mendapatkan remisi hari raya, berperilaku baik, momen kemerdekaan, dan perayaan nasional lainnya. Pemberian remisi itu disamakan didasari dengan alasan pembinaan dalam masa tahanan.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id