John Kei Minta Perlindungan Hukum kepada Jokowi

    Siti Yona Hukmana - 07 Juli 2020 00:49 WIB
    John Kei Minta Perlindungan Hukum kepada Jokowi
    Tersangka John Kei saat menjalani rekonstruksi di Jalan Titian Indah Utama X, Kota Bekasi, Jawa Barat. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Kuasa Hukum John Refra Kei alias John Kei, Anton Sudanto, mengaku akan bertemu Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Idham Azis. Pihaknya membantah terlibat dalam kerusuhan di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, dan Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Banten.

    "Kami akan meminta perlindungan hukum," kata Anton saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 6 Juli 2020.

    Menurut dia, John Kei tidak terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap pamannya, Nus Kei. Dalam kasus ini, polisi kembali menggelar rekontruksi kasus di Kelapa Gading, Cempaka Putih, dan Bekasi. 

    "Rekontruksi kali ini juga tidak akan dihadiri klien saya," ungkap dia

    John Kei bersama anak buahnya diduga terlibat aksi kekerasan di kawasan Duri Kosambi dan Green Lake City pada Minggu, 21 Juni 2020. John Kei dan 38 anak buahnya diringkus setelah aksi tersebut.

    Anak buah Nus Kei, Yustus Corwing alias ER, tewas akibat terkena bacokan. Satu anak buah lainnya, Angky, mengalami putus pada empat jari tangan kanan akibat serangan John Kei serta puluhan anak buahnya. 

    Seorang petugas sekuriti, Nugroho Adi Wibowo, terluka akibat tertabrak. Sementara itu, pengemudi ojek online, Andreansah, terkena tembakan pada bagian jempol kaki kanan.

    Baca: John Kei Kasih Anak Buahnya Rp10 Juta

    Polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya 28 tombak, 24 senjata tajam, tiga ketapel panah, dua stik bisbol, 17 ponsel, dan sebuah dekoder Hikvision. Baru-baru ini, polisi menyita senjata api jenis revolver, airsoft gun, dan barreta. 

    Para pelaku dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Tindak Pidana Penyalahgunaan Senjata Api, Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 169 KUHP tentang Pemufakatan Jahat, Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Mereka terancam dihukum mati.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id