Ditetapkan Tersangka Korupsi ASABRI, Presdir PT Rimo International Langsung Ditahan

    Al Abrar - 26 Agustus 2021 20:07 WIB
    Ditetapkan Tersangka Korupsi ASABRI, Presdir PT Rimo International Langsung Ditahan
    Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenum) Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak.



    Jakarta: Presiden Direktur PT Rimo International Lestari Tbk, Teddy Tjokrosaputro (TT), sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi Sosial Bersenjata Republik (ASABRI). Teddy langsung ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung.

    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, Teddy diduga turut serta melakukan perbuatan korupsi dan pencucian uang bersama terdakwa Benny Tjokrosaputro dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT ASABRI pada beberapa perusahaan. 

     



    "Diduga Pengelolaan keuangan dan dana investasi yang dilakukan PT Asabri ke beberapa perusahaan itu terjadi pada periode tahun 2012 sampai dengan 2019," kata Leonard dalam keterangan tertulisnya Kamis, 26 Agustus 2021. 

    Leonard mengatakan Teddy juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung selama 20 hari terhitung mulai hari ini. 

    "Sebelum dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung, Tersangka TT telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab antigen dengan hasil dinyatakan sehat dan negatif covid-19," ujar Leonard. 

    Baca: Presdir PT Rimo International Lestari Jadi Tersangka Korupsi ASABRI

    Leonard mengatakan, Teddy yang masih memiliki hubungan darah dengan Benny Tjokrosaputro, tersangka lain kasus ASABRI yang kini sudah diseret ke meja hijau. Teddy diduga telah melakukan perbuatan korupsi secara bersama-sama dengan Benny.

    Penyidik menjerat Teddy dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh ASABRI sepanjang 2012 sampai 2019. Penetapan Teddy sebagai tersangka didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan pada JAM-Pidsus No. Print-26/F.2/Fd.2/08/2021 tanggal 26 Agustus 2021.
     
    Teddy dijerat Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU PTPK jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP subsider Pasal 3 UU PTPK dan Pasal 3 UU TPPU atau Pasal 4 UU TPPU.
     
    Sebelumnya, nama Teddy disebut dalam surat dakwaan Benny yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin, 16 Agustus 2021. Benny menggunakan Teddy untuk melakukan transaksi dengan ASABRI.
     
    Selain Benny, tersangka lain dalam rasuah yang merugikan keuangan negara sebesar Rp22,788 triliun ini antara lain Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo, dan Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi.
     
    Sedangkan, tersangka dari internal ASABRI adalah dua mantan Direktur Utama, yakni Adam Rachmat Damiri (2012-2016) dan Sonny Widjaja (2016-2020). Kemudian, Direktur Investasi dan Keuangan 2012-2014 Bachtiar Effendi, Direktur Investasi dan Keuangan periode 2014-2019 Hari Setianto, serta Kepala Divisi Investasi 2012-2016 Ilham Wardhana Bilang Siregar.
     
    Sebanyak delapan di antaranya kini sudah menjalani persidangan. Sementara itu, penuntutan terhadap Ilham dihentikan usai meninggal karena sakit pada Sabtu, 31 Juli 2021.
     
    Penyidik Gedung Bundar juga telah menetapkan 10 perusahaan manajer investasi sebagai tersangka korporasi. Mereka adalah PT IIM, PT MCM, PT PAAM, PT RAM, PT VAM, PT ARK, PT OMI, PT MAM, PT AAM, dan PT CC.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id