Lokasi Persembunyian Jozeph Paul Zhang Masih Diselidiki

    Kautsar Widya Prabowo - 18 Mei 2021 00:54 WIB
    Lokasi Persembunyian Jozeph Paul Zhang Masih Diselidiki
    Jozeph Paul Zhang yang mengaku nabi ke-26. Foto: YouTube



    Jakarta: Polri kesulitan menangkap tersangka kasus penistaan agama dan ujaran kebencian Shindy Paul Soerjomoeljono alias Jozeph Paul Zhang (JPZ). Penyelidik masih mencari lokasi persembunyiaan Paul.

    "Kita masih mencari yang bersangkutan ada di mana, tapi tetap dilakukan penyelidikan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 17 Mei 2021. 

     



    Menurut dia, permasalahan di dunia maya tidak semudah kasus kriminal di dunia nyata. Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), dan pihak terkait lainnya terus dilakukan.

    Baca: Tangkap Paul Zhang, Indonesia Ajukan Permohonan Ekstradisi ke Eropa

    "Tentunya kita butuh proses dan waktu," tutur Argo.

    Keberadaan Jozeph Paul Zhang sempat terendus di antara dua negara. Polri terus berupaya memastikan domisili Jozeph.

    “Antara Jerman dan Belanda,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 28 April 2021.

    Video unggahan Jozeph Paul Zhang viral di kanal YouTube miliknya. Dia mengaku sebagai nabi ke-26 dan menghina Nabi Muhammad SAW.

    Paul Zhang sesumbar tidak takut dilaporkan ke polisi. Dia menjanjikan uang Rp1 juta bagi mereka yang bisa melaporkannya. 

    Dalam video berdurasi hampir tiga jam tersebut, ia juga melecehkan Allah SWT. Dia juga menyinggung ibadah puasa. 

    Ketua Cyber Indonesia Husin Shahab melaporkan video itu kepada polisi. Laporan diterima dengan nomor LP/B/0253/IV/2021/BARESKRIM, pada 17 April 2021. 

    Jozeph disangkakan dua pasal sekaligus, yakni penodaan agama dan ujaran kebencian. Pasal yang disangkakan terkait ujaran kebencian, yakni Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).  Sementara itu, pasal terkait ujaran kebencian ialah Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id