Sejumlah Legislator DKI Minta Percepatan Pencairan Anggaran Pengadaan Tanah

    Fachri Audhia Hafiez - 28 Oktober 2021 18:02 WIB
    Sejumlah Legislator DKI Minta Percepatan Pencairan Anggaran Pengadaan Tanah
    Sidang pembacaan surat dakwaan tiga terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez



    Jakarta: Sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta disebut meminta percepatan sejumlah pengadaan ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Salah satunya, terkait pencairan anggaran pengadaan tanah di Ibu Kota.

    Hal itu terungkap dari Kepala BPKD DKI Jakarta Edi Sumantri yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur. Dia diperiksa untuk terdakwa mantan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan.

     



    "Izin membacakan BAP (berita acara pemeriksaan), kami sebutkan, banyak orang lain juga yang meminta tolong proses percepatan pencairan contohnya teman-teman dari DPRD," kata jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Takdir Suhan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Oktober 2021.

    Masih dalam BAP, kata Takdir, anggota DPRD DKI itu meliputi Cinta Mega dari fraksi PDIP. Dia meminta percepatan pencairan untuk pengadaan tanah di Ibu Kota pada 2019.

    "Kemudian, Sekretaris Komisi C Yusuf dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama Pak Andika anggota komisi C pernah juga meminta proses pencairan tanah di Sumber Daya Air (SDA) Tahun 2020," ujar Takdir.

    Lalu, Wakil Ketua DPRD Suhaimi dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang meminta percepatan pembahasan tanah di SDA. Selanjutnya, Jamaludin anggota komisi A terkait permohonan percepatan pencairan di SDA.

    "Haji Misan, Wakil Ketua DPRD mengajukan permohonan percepatan penerbitan SPD (Surat Penyediaan Dana) lahan di Dinas Perumahan. Kemudian, ada Boy Sadikin tahun 2020 minta tolong percepatan pencairan pembebasan tanah," kata Takdir.

    Edi Sumantri mengaku tidak tahu kapasitas para legislator itu meminta percepatan pencairan anggaran tersebut. Namun, terkait dengan pencairan anggaran pengadaan tanah disebut bakal dipenuhi BPKD.

    "Memang di BPKD sudah ada standar operasional prosedurnya, sepanjang berkas semua lengkap, maka paling lambat dua hari kami harus mencairkan," ujar Edi.

    Baca: Kasus Munjul, 4 Terdakwa Didakwa Rugikan Negara Rp152 Miliar

    Edi pernah menerima kunjungan Yoory bersama Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian. Tommy merupakan terdakwa pada perkara ini. Pertemuan itu terkait berkas terkait pencairan anggaran pengadaan tanah yang butuh diproses di BPKD.

    "Saya sampaikan (ke Tommy) 'tidak perlu ke saya kalau ada permohonan, silakan berkas dititipkan ke Pak Yoory, nanti saya lihat dikoordinasikan Dinas SDA untuk menanyakan apakah proses ini bisa lanjut atau tidak," ujar Edi.

    Setelah pertemuan itu, Edi mengaku dihubungi Tommy. Dia meminta dibantu pencairan anggaran pembebasan lahan di Dinas SDA.

    "(Isi WhatsApp Tommy) Sesuai arahan bapak, berkas sudah saya titipkan Pak Yoory dan terlampir ada dua surat perintah membayar (SPM) sumber Dinas SDA mohon bantu dicairkan," ucap Edi.

    Yoory didakwa merugikan keuangan negara Rp152 miliar. Kerugian terkait korupsi pengadaan tanah di Munjul.

    Mantan anak buah Anies Baswedan itu diduga telah memperkaya diri sendiri atau orang lain maupun suatu korporasi. Pihak yang diperkaya adalah Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene dan pemilik PT Adonara Propertindo Rudi Hartono Iskandar.

    Yoory didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id