Polisi Diminta Bedakan Kompromi dan Ketegasan untuk Jauhi Kriminalisasi

    Candra Yuri Nuralam - 24 Januari 2021 23:51 WIB
    Polisi Diminta Bedakan Kompromi dan Ketegasan untuk Jauhi Kriminalisasi
    Ilustrasi Medcom.id.


    Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Kapolri terpilih Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo membina anggotanya agar membedakan kompromi dan ketegasan dalam bertindak. Hal itu perlu dilakukan untuk menjauhkan polri dari tuduhan kriminalisasi.

    "Kita harus bedakan ketika harus bersikap tegas karena adanya pelanggaran hukum dengan kita bergaul dalam kehidupan sehari-hari. Ini tentunya hal yang berbeda," kata Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto dalam acara Chrosscheck by Medcom.id dengan tema 'Listyo, Kapolri Non Muslim Pemersatu Ulama', Minggu, 24 Januari 2021.




    Benny meminta polisi mengutamakan edukasi dan pendekatan ke masyarakat ketimbang penindakan. Namun, polisi diminta siap menindak dengan ketegasan jika ada kejahatan.

    Polisi juga diminta siap mempertanggungjawabkan perbuatannya jika melakukan tindakan tegas. Jangan sampai, kata Benny, tindakan tegas yang dilakukan Korps Bhayangkara tidak sesuai dengan aturan.

    "Perlu juga dijelaskan secara transparan tentang pembuktiannya, sehingga orang tidak akan bisa melihat seperti tadi 'wah ini kriminalisasi' dan sebagainya," ujar Benny.

    Membedakan kompromi dan ketegasan diperlukan oleh polisi. Sebab, kata Benny, seluruh anggota Korps Bhayangkara merupakan bagian dari masyarakat yang tak boleh selalu terlihat garang.

    "Karena terus terang polisi juga bagian dari masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus merangkul semua pihak, tetapi ketika berperan sebagai penegak hukum dan menghadapi tindak pidana ya tegakkan hukum," ucapnya.

    Baca: Kompolnas Sebut Pam Swakarsa Berasal dari Keinginan Rakyat

    Sebelumnya, Listyo berjanji tidak akan sembarangan melakukan tindakan hukum. Listyo menyoroti pendekatan kepolisian dalam upaya penegakan hukum di masyarakat yang perlu dibenahi.

    "Kita tidak hanya bisa mengedepankan penggelaran kekuatan, tetapi juga perlu mengedepankan pendekatan soft approach (pendekatan lembut)," kata Listyo saat memaparkan program kerja saat menjadi Kapolri, Rabu, 20 Januari 2021.

    Listyo mengatakan Korps Bhayangka di bawah kepemimpinannya akan mengedepankan strategi mengayomi dan humanis dalam mengawal hukum di masyarakat. Pendekatan penegakan hukum menjadi upaya terakhir.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id