Kesatuan Mahasiswa Hindu Tagih Kelanjutan Kasus Desak Made

    Siti Yona Hukmana - 29 April 2021 17:08 WIB
    Kesatuan Mahasiswa Hindu Tagih Kelanjutan Kasus Desak Made
    Perwakilan KMHDI di Bareskrim Polri, Kamis, 29 April 2021. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) kembali mendatangi Bareskrim Polri. Mereka mempertanyakan proses hukum dosen perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta, Desak Made Dharmawati, terkait kasus dugaan pelecehan agama Hindu. 

    "Untuk mengecek atau menanyakan sudah sejauh mana proses penanganan laporan mengenai penistaan agama Hindu yang kami laporkan Rabu pekan lalu," kata Ketua Presidium Pimpinan Pusat KMHDI I Putu Yoga Saputra di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 29 April 2021.
     
    Yoga mengaku telah berbicara dengan petugas di Bareskrim Polri. Dia menyebut jawaban polisi tidak sesuai harapan. Laporan tersebut belum mendapatkan disposisi dari Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi kepada Tim Penyidik






    Baca: 4 Fakta Bocah Salat Freestyle saat Sujud: Gim Online Jadi Biang Kerok

    Dia mengaku telah menaruh ekspektasi dan harapan tinggi terhadap Polri, khususnya Bareskrim, dalam menangani kasus penistaan agama. Desak Made Dharmawati disebut telah melecehkan agama Hindu dalam akun YouTube IstiqomahTV. 

    "Kami hari ini sangat menyesalkan kenyataan yang kami temui karena laporan kami sejak minggu lalu ternyata belum mendapatkan respons penanganan yang cepat sesuai harapan kami," ujar Yoga.
     
    Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Forum Alumni KMHDI Made Bawayasa mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mempercepat penanganan kasus tersebut. Walau minoritas, umat Hindu dianggap tetap berhak mendapat pelayanan, perlindungan, serta kepastian hukum yang sejajar dan setara dengan umat agama lainnya. 

    "Karenanya, proses penanganan penistaan agama Hindu pun juga harus sama cepatnya dengan penanganan penistaan terhadap agama-agama yang lainnya," ujar Bawayasa.
     
    Sebanyak empat organisasi masyarakat (ormas) Hindu Dharma melaporkan Desak Made dan pemilik akun YouTube IstiqomahTV. Keempat ormas itu, yakni KMHDI; Forum Alumni KMHDI; Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Cimahi, Jawa Barat; dan Aliansi Bhinneka Hindu Nusantara (ABHN).

    Laporan itu tertuang dalam Surat Tanda Terima Laporan Nomor: STTL/158/IV/2021 dan Laporan Polisi Nomor: LP/B/0260/IV/2021/Bareskrim. Dosen kewirausahaan itu disebut telah mencederai semangat moderasi dan toleransi beragama.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id