Populer Nasional: Bupati Nganjuk Ditahan di Bareskrim Hingga Novel Baswedan Cs Melawan Pimpinan KPK

    Achmad Zulfikar Fazli - 12 Mei 2021 07:45 WIB
    Populer Nasional: Bupati Nganjuk Ditahan di Bareskrim Hingga Novel Baswedan Cs Melawan Pimpinan KPK
    Tersangka kasus jual beli jabatan di Nganjuk. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto



    Jakarta: Penyidik Polri menahan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan enam tersangka lain. Mereka terjerat kasus dugaan suap jual beli jabatan di Pemerintah Kabupaten Nganjuk.
     
    "Mulai hari ini akan kita lakukan penahanan di Bareskrim Polri," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Mei 2021.

    Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Bareskrim Polri segera memeriksa Novi dan tersangka lainnya. Penyidik ingin mendalami aliran dana suap, lama praktik kotor itu berlangsung, hingga potensi penyetoran suap ke partai politik.

     



    "Kita tanyakan secara mendetail terima uang, dibelikan apa, uang dikirim ke mana. Akan kita sampaikan kembali," tutur jenderal bintang dua itu.

    Novi bersama enam orang lain ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan jual beli jabatan di Nganjuk. Mereka yakni, Camat Pace Dupriono, Camat Tanjunganom Edie Srijato, Camat Brebek Haryanto, Camat Loceret Bambang Subagio, mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo, dan ajudan Bupati Nganjuk M Izza Muhtadin.

    Baca: Bupati Nganjuk Cs Ditahan di Bareskrim Polri

    Artikel soal penahanan Bupati Nganjuk banyak dicari pembaca Kanal Nasional Medcom.id. Masih soal rasuah di Kabupaten Nganjuk, Novi menarik sejumlah uang dari kepala desa di daerahnya.

    "Uang itu dikumpulkan lalu naik ke kecamatan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Mei 2021.
     
    Argo mengungkapkan setoran uang bervariasi. Jumlahnya hingga puluhan juta rupiah.

    "Antara Rp2 juta hingga Rp50juta," beber dia.

    Artikel lainnya yang menarik perhatian pembaca Kanal Nasional Medcom.id ialah soal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan dalam peralihan status menjadi aparatur sipil negara (ASN). Salah satu pegawai KPK yang tak lolos, yakni Novel Baswedan.

    Novel menolak penonaktifan 75 pegawai KPK. "Sikap kami jelas, kami akan melawan!" kata Novel melalui keterangan tertulis, Selasa, 11 Mei 2021.

    Baca: Novel Soal Penonaktifan Pegawai KPK: Sikap Kami Jelas Akan Melawan!

    Menurut dia, para pegawai KPK sedang berdiskusi untuk membuat perlawanan. Para pegawai menjamin langkah yang diambil melalui jalur hukum yang sah.

    "Nanti ada tim kuasa hukum dari koalisi sipil yang melihat itu karena agak lucu juga," ujar Novel.

    Artikel soal rasuah Bupati Nganjuk dan penonaktifan 75 pegawai KPK akan terus diperbarui. Klik di sini untuk mengetahui perkembangan informasinya.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id