Survei: Instansi Paling Moncer TNI, Polri Paling Buruk

    Anggi Tondi Martaon - 28 Oktober 2020 20:04 WIB
    Survei: Instansi Paling Moncer TNI, Polri Paling Buruk
    Ilustrasi TNI. ANT/Mumahammad Adimaja
    Jakarta: Masyarakat menilai TNI merupakan instansi paling baik selama satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf). Temuan itu berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO).

    "Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja TNI mencapai 86 persen," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah saat memaparkan hasil survei secara virtual, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Dedi menuturkan lima besar instansi dengan kinerja baik, yaitu TNI, Badan SAR Nasional atau Basarnas (84 persen), Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB (79 persen), Mahkamah Konstitusi (74 persen), dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM (68 persen).

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap dianggap berkinerja baik oleh responden. Namun, Lembaga Antikorupsi menduduki peringkat ketujuh dengan tingkat kepuasan 59 persen.

    "Meskipun KPK tetap berada di 10 besar lembaga yang dipercaya tapi posisinya tidak teratas," ungkap dia.

    Responden juga memberikan penilaian terhadap instansi yang dianggap berkinerja buruk. Posisi paling atas yakni Polri dengan nilai 78 persen.

    "Ini sedih, tapi ya faktanya begitu. Artinya anggapan publik polisi justru berkinerja buruk," sebut dia.

    Instansi lain yang berkinerja buruk yakni DPR (75 persen), Kejaksaan Agung (69 persen), Komisi Pemilihan Umum atau KPU (52 persen), dan Dewan Perwakilan Daerah atau DPD (51 persen).

    "Jadi banyak badan yang seharusnya progresif ternyata buruk," sebut dia.

    Dedi menuturkan beberapa faktor yang memengaruhi persepsi responden terhadap kinerja instansi, di antaranya etos kerja, menjunjung keadilan, integritas atau konsistensi, empati atau peduli, dan faktor lainnya.

    Survei Kinerja Kementerian/Lembaga, Peluang Reshuffle dan Potensi Capres 2024 dilakukan pada 12-23 Oktober 2020. Metode penelitian yang diterapkan survei purposive dan multistage random. Margin of error survei 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Metode multistage sampling diterapkan terhadap 1.200 responden. Sedangkan purposive sampling dilakukan terhadap 170 orang pemuka pendapat.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id