Polri: Ganti Rugi Maybank Tak Menghapus Pidana

    Siti Yona Hukmana - 26 November 2020 18:49 WIB
    Polri: Ganti Rugi Maybank Tak Menghapus Pidana
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Maybank memutuskan mengganti uang nasabah atlet e-Sport Winda Lunardi alias Winda Earl senilai Rp16,8 miliar. Namun, upaya ganti rugi itu dipastikan tak menghentikan proses hukum yang berjalan.

    "Terkait dengan pihak Maybank memberikan ganti rugi, yang jelas tidak akan menghapuskan peristiwa pidananya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 26 November 2020.

    Awi menegaskan jika peristiwa pidana itu telah terjadi. Polisi wajib mencari pelaku yang bertanggung jawab atas tindak pidana tersebut.

    Polisi akan menggelar perkara dalam waktu dekat. Gelar perkara itu untuk menetapkan tersangka baru dari penerima aliran dana Winda Earl. Awi belum dapat memastikan waktu penetapan tersangka baru itu.

    "Yang jelas kalau penetapan tersangka lain kemarin sudah saya sampaikan kita tunggu dari penyidik untuk jadwalnya," ujar jenderal bintang satu itu.

    Baca: Polisi Terus Telusuri Aliran Dana Kasus Winda Earl

    Kuasa hukum Maybank, Hotman Paris Hutapea, menyebut ada delapan penerima uang Winda Earl. Salah satunya, ayah Winda, Herman Lunardi.

    "Di luar Herman Lunardi dan Winda, ada enam pihak lain. Antara lain memang saudara dari Kepala Cabang (Maybank Cipulir AT) yang terima uang," kata Hotman dalam konferensi pers Maybank, Senin, 9 November 2020.

    AT ditetapkan sebagai tersangka pada 6 November 2020. Bisnis Manajer Maybank itu menggasak uang Winda Earl mencapai Rp22 miliar dan menyerahkan ke temannya untuk investasi.

    Polisi telah menyita aset tersangka berupa mobil, tanah, dan bangunan. Tersangka AT dijerat Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, dengan ancaman hukuman pidana penjara delapan tahun atau denda maksimal Rp100 miliar.

    Kemudian, Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Ancaman hukumannya paling lama 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id