Azis Syamsuddin 'Jembatan' Suap Permainan Kasus di Tanjungbalai

    Candra Yuri Nuralam - 23 April 2021 00:28 WIB
    Azis Syamsuddin 'Jembatan' Suap Permainan Kasus di Tanjungbalai
    Ketua KPK Firli Bahuri merilis kasus pemerasan penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 22 April 2021. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial pada 2020 sampai 2021. Kasus ini bermula dari pertemuan dua tersangka di rumah Wakil Ketua DPR ?Azis Syamsuddin.

    "Pada Oktober 2020, penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju melakukan pertemuan dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial di rumah dinas ?Azis Syamsuddin di Jakarta Selatan," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 22 April 2021.






    Azis mengenalkan Robin karena Syahrial sedang berperkara pada salah satu kasus korupsi yang ditangani KPK. Pertemuan itu dimaksud agar Robin menutup kasus yang menjerat Syahrial di KPK.

    Setelah pertemuan itu, Robin mengenalkan pengacara Maskur Husain kepada Syahrial. Maskur disebut Robin bisa membantu Syahrial untuk menangani perkaranya.

    Baca: Wali Kota Tanjungbalai Hingga Penyidik Jadi Tersangka KPK

    Setelah dikenalkan, Maskur langsung melobi Syahrial menyiapkan uang Rp1,5 miliar untuk menutup perkaranya. Duit itu ditujukan untuk Robin.

    "Syahrial menyetujui permintaan Maskur dan Robin tersebut dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali," ujar Firli.

    Dari kesepakatan Rp1,5 miliar, Robin baru menerima duit Rp1,3 miliar. Robin menggunakan rekening dengan nama Riefka Amalia untuk menampung duit haram itu.

    Setelah duit haram itu diterima, Robin dan Maskur menjamin kasus Syahrial di KPK bakal tertutup. Usai memberikan jaminan itu, Robin memberikan jatah Maskur dari duit Rp1,3 miliar yang sudah diterimanya.

    Duit untuk Maskur diberikan bertahap oleh Robin. Total pemberiannya Rp325 juta dan Rp200 juta.

    Maskur juga tercatat menerima duit dari pihak lain sebesar Rp200 juta. Lembaga Antikorupsi juga mencatat ada duit Rp438 juta dari pihak lain untuk Robin yang masuk ke rekening Riefka.

    Robin, Maskur, dan Syahrial ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Robin dan Maskur sudah ditahan. Sementara itu, Syahrial masih menjalani pemeriksaan intensif.

    Robin dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan Pasal 12 B atau Pasal 11  Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Sementara itu, Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id