ASN di Mimika Ikut Diperiksa di Kasus Pembangunan Gereja

    Fachri Audhia Hafiez - 11 November 2020 13:55 WIB
    ASN di Mimika Ikut Diperiksa di Kasus Pembangunan Gereja
    Gedung Merah Putih KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil delapan orang untuk mengusut dugaan korupsi proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 tahap 1 tahun anggaran (TA) 2015 di Kabupaten Mimika, Papua. Enam di antaranya dari unsur aparatur sipil negara (ASN).

    "Diperiksa sebagai saksi," kata pelaksana tugas juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu, 11 November 2020.

    Saksi dari unsur ASN itu yakni Totok Suharto yang diperiksa dengan kapasitas sebagai mantan ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Pembangunan Gereja Kingmi Tahap 1. Everardus Rico Kukuareyau dikorek selaku sekretaris Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak Pekerjaan Tahap 1 dan 2 TA 2015-2016 atau anggota Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Tahap 2 TA 2016.

    Saksi lain dari unsur ASN yakni mantan anggota Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Pembangunan Gereja Kingmi Tahap 1, Elcardobes Sapakoly; eks anggota Panitia Pengadaan Pembangunan Gereja Kingmi Tahap 1, Irsansari; mantan anggota Panitia Pengadaan Pembangunan Gereja Kingmi Tahap 2, Masmur; dan Kepala Subbagian Keagamaan Bagian Kesra Sekretariat Daerah Mimika/Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Pekerjaan Tahap 1 dan 2 TA 2015-2016, Melkisedek Snae.

    Baca: Setengah Lusin Eks Pejabat Mimika Diperiksa KPK Ungkap Korupsi Pembangunan Gereja

    Dua saksi lainnya dari pihak swasta yakni Direktur Utama PT Swarna Bajapacific, Pandu Lokiswara Salam; dan Direktur PT Gavejuna dan Komisaris CV JBLessing, Yerry Aweidato Nawipa. Para saksi diperiksa di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Papua, Jalan Pasifik Indah III Pasir Dua, Jayapura.

    KPK masih merahasiakan detail kasus ini. Pengumuman tersangka baru diungkap setelah ada upaya paksa penangkapan atau penahanan. Hal ini sesuai kebijakan pimpinan KPK periode 2019-2024 serta amanat dari Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

    Sejumlah saksi dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) telah diperiksa dalam beberapa hari terakhir. Materi pemeriksaan yang dikejar penyidik salah satunya terkait proses perencanaan penganggaran dan pelaksanaan pembangunan gereja yang diduga diwarnai penyimpangan.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id