Panitia Acara Rizieq: Bantuan Masker Inisiatif BNPB

    Siti Yona Hukmana - 19 November 2020 07:30 WIB
    Panitia Acara Rizieq: Bantuan Masker Inisiatif BNPB
    Kuasa hukum panitia acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad nikah anak Rizieq Shihab menunjukkan surat panggilan dari Polda Metro Jaya. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Ketua panitia acara Maulid Nabid Muhammad SAW dan akad nikah anak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Haris Ubaidillah, dicecar 37 pertanyaan oleh kepolisian. Salah satunya, soal pemberian bantuan masker dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD DKI Jakarta sebelum acara.

    "Kita enggak ada pembicaraan, cuma BNPB ada memberikan bantuan berupa masker dan hand sanitizer. Itu inisiatif BNPB," kata Haris di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 19 November 2020.

    Haris juga mengaku mendapatkan arahan dari BNPB dan BPBD untuk tidak lupa menerapkan protokol kesehatan. Dia mengeklaim telah mengimbau serta menyediakan fasilitas protokol kesehatan seperti penutupan jalan agar dapat menjaga jarak, pembagian masker, dan menyediakan air mengalir bagi tamu yang ingin mencuci tangan.

    Namun, kata dia, protokol kesehatan tidak berjalan dengan baik. Alasannya, kegiatan itu didatangi massa di luar perkiraan.

    "Makanya kita serukan, kita enggak sempat mengimbau, tapi kita serukan dengan keras," ujarnya.

    Baca: Polisi Berpeluang Periksa Rizieq Shihab

    Haris diperiksa selama kurang lebih 14 jam, sejak pukul 10.00 WIB, Rabu, 18 November 2020 hingga pukul 00.30 WIB, Kamis, 19 November 2020.

    Pesta pernikahan anak Rizieq dan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 November 2020 diduga melanggar protokol kesehatan. Acara itu ramai didatangi pengikut Rizieq.

    Banyak jemaah yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan meningkatkan potensi penyebaran covid-19. Sejumlah peserta juga kedapatan tidak menggunakan masker. Banyak pula peserta acara menggunakan masker tak sesuai ketentuan, seperti digunakan di bawah dagu.

    Polisi tengah menyelidiki peristiwa ini. Polisi mencari ada atau tidaknya pidana dari kegiatan yang melanggar protokol kesehatan tersebut. Pelaku bisa dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id