KPK Buru Orang yang Bantu Samin Tan Lari

    Candra Yuri Nuralam - 07 April 2021 06:26 WIB
    KPK Buru Orang yang Bantu Samin Tan Lari
    Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Medcom.id/Candra Yuri Nuralam



    Jakarta: Tindak lanjut pencarian Pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (PT BORN), Samin Tan tidak berhenti pada penangkapan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mencari orang yang membantu Samin Tan untuk bersembunyi selama buron.

    "Nanti akan kita kembangkan, kenapa sampai dia lari dan bagaimana dia larinya," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 6 April 2021.






    Karyoto mengatakan membantu pelarian buronan merupakan pelanggaran hukum. Tindakan itu sama dengan merintangi penyidikan kasus yang sedang diusut instansi penegak hukum.

    Karyoto menegaskan bakal menindak siapa pun yang berani membantu Samin Tan saat buron. Semua orang bakal ditindak jika terbukti merintangi penyidikan dalam kasus ini.

    "Karena seperti kasus Nurhadi kan ada pihak yang telah kita tetapkan dengan Pasal 21 (tentang perintangan penyidikan)," tegas Karyoto.

    KPK menangkap Samin Tan pada Samin Tan pada Senin, 5 April 2021. Samin Tan diduga menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

    Tujuan pemberian suap itu agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM. PT AKT diakuisisi PT BORN.

    Baca: Samin Tan Ditangkap di Kafe MH Thamrin

    Eni menyanggupi permintaan Samin Tan. Eni selaku anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR bahkan menggunakan forum rapat dengar pendapat untuk memengaruhi pihak Kementerian ESDM.

    Eni juga diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan Pilkada suaminya, Muhammad Al Khadziq di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan dan tenaga ahli Eni.

    Pertama, pada 1 Juni 2018, sebanyak Rp4 miliar dan pemberian kedua terjadi pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar. Total suap yang diterima Eni dari Samin Tan sebanyak Rp5 miliar.

    Samin Tan disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id