comscore

Jaksa Akan Menanggapi Keberatan Terdakwa Kasus Terorisme Munarman

Fachri Audhia Hafiez - 22 Desember 2021 06:45 WIB
Jaksa Akan Menanggapi Keberatan Terdakwa Kasus Terorisme Munarman
Munarman ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, di Tangerang Selatan, Banten. Foto: Istimewa
Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) akan menggelar sidang lanjutan kasus dugaan tindakan terorisme dengan terdakwa, Munarman, hari ini, 22 Desember 2021. Agenda sidang, yakni mendengarkan tanggapan jaksa penuntut umum (JPU) atas nota keberatan atau eksepsi Munarman.

"Betul, persidangan dengan agenda mendengarkan tanggapan jaksa hari ini Insyaallah dimulai jam 09.00 WIB," kata Kepala Humas PN Jaktim Alex Adam Faisal kepada Medcom.id, Rabu, 22 Desember 2021.
Persidangan akan digelar terbatas. Awak media hanya boleh mengikuti persidangan di luar gedung PN Jaktim.

Sidang hanya bisa dipantau melalui pengeras suara yang disediakan pihak PN Jaktim. Hal ini sesuai ketentuan persidangan kasus terorisme yang digelar terbatas.

Baca: Munarman Pamerkan Foto Aksi 212 di Eksepsi Kasus Terorisme

Munarman telah membacakan eksepsi pada Rabu, 15 Desember 2021. Pada eksepsi pribadi setebal 84 halaman itu, Munarman membeberkan sejumlah permintaan. Dia meminta dibebaskan dari dakwaan, meminta hakim menyatakan penangkapannya tidak sah, serta memohon hakim memerintahkan JPU melepaskannya.

Munarman juga mendorong hakim menyatakan barang bukti yang disita tak bisa digunakan. Lalu, dia meminta seluruh barang bukti dikembalikan, menyebut dakwaan JPU tak sesuai asas KUHP, meminta hakim tak melanjutkan perkara, dan memohon pemulihan nama baik.

Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman itu didakwa merencanakan atau menggerakkan orang lain melakukan tindak pidana terorisme. Dia disebut menggunakan ancaman kekerasan yang diduga untuk menimbulkan teror secara luas.

Munarman juga diduga menyebar rasa takut hingga berpotensi menimbulkan korban yang luas. Selain itu, perbuatannya mengarah pada perusakan fasilitas publik.

Aksi Munarman diduga berlangsung pada Januari hingga April 2015. Munarman menggerakkan aksi terorisme di Sekretariat FPI Kota Makassar, Markas Daerah Laskar Pembela Islam (LPI) Sulawesi Selatan, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Sudiang Makassar, dan Pusat Pengembangan Bahasa (Pusbinsa) UIN Sumatra Utara.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id