Polri Belum Berencana Tarik Robin, Eks Penyidik KPK yang Terlibat Suap

    Siti Yona Hukmana - 03 Juni 2021 15:31 WIB
    Polri Belum Berencana Tarik Robin, Eks Penyidik KPK yang Terlibat Suap
    Kabiro Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, memberi keterangan terkait bom bunuh diri di Makassar di Gedung Mabes Polri, Kamis, 1 April 2021. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto



    Jakarta: Polri belum berencana menarik mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju. Korps Bhayangkara bakal bersikap setelah menerima putusan resmi atas kasus suap penanganan perkara yang membelit Robin. 

    "Nanti kita lihat sampai ke depannya putusan apa yang diterima oleh yang bersangkutan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 3 Juni 2021.

     



    Menurut dia, kasus pidana yang menimpa Stepanus masih diproses di KPK. Polri, kata dia, menghargai proses hukum yang sedang berlangsung.

    "Karena (Robin) menjadi salah satu tersangka pada kasus korupsi yang menyangkut pejabat di daerah," ungkap jenderal bintang satu itu. 

    Baca: Status ASN Pegawai KPK Dianggap Akhiri Dugaan Konflik Kepentingan

    Dewan Pengawas (Dewas) KPK memutuskan memecat Robin karena melanggar kode etik. Dia dianggap menyalahgunakan surat penyidik untuk kepentingan pribadi dan tanda pengenal KPK sebagaimana diatur Pasal 4 ayat 2 huruf a, b, dan c Peraturan Dewan Pengawas Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penindakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku.

    Robin diduga menerima suap Rp1,3 miliar dari Rp1,5 miliar yang dijanjikan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Stepanus, Syahrial, dan advokat Maskur Husain ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id