Rekening Sales Durian Dipakai Beli Obat Ibu Edhy Prabowo

    Fachri Audhia Hafiez - 25 Mei 2021 18:55 WIB
    Rekening Sales Durian Dipakai Beli Obat Ibu Edhy Prabowo
    Ilustrasi persidangan di TIpikor. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez



    Jakarta: Salesman durian Musang King, Achmad Syaihul Anam, mengaku rekening tabungannya sering dipinjam sekretaris pribadi (Sespri) Edhy Prabowo, Amiril Mukminin. Rekeningnya pernah digunakan untuk membeli obat Ibu Edhy.

    "Saya pernah tahu beli obat Ibu Pak Edhy," kata Syaihul saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Mei 2021.

     



    Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Syaihul. Berdasarkan BAP, rekening Syaihul digunakan Amiril setelah mendapat arahan untuk membeli barang-barang kebutuhan Edhy.

    Rekening juga rutin dipakai untuk mentransfer ke orang tua dan keluarga Edhy di Palembang, Sumatra Selatan. Syaihul membenarkan keterangan tersebut.

    "Amiril cuma suruh saya jarang, sekali atau dua kali (transfer)," kata Syaihul.

    (Baca: Pengusaha Rumah Makan Protes Disuruh Stafsus Edhy Prabowo Mengambil Uang)

    Syaihul mengaku Amiril kerap menitip uang tunai. Dia kemudian menyetor uang itu ke rekening sendiri dan Amiril.

    Syaihul juga pernah diperintah menyetor uang Rp310 juta dan ditransfer ke Amiril. Namun, dia tak mengetahui peruntukan uang tersebut.

    JPU KPK mengungkap sejumlah transaksi keluar dari rekening BNI milik Syaihul. Transaksi tersebut berdasarkan perintah Amiril.

    Berikut daftar transaksi tersebut:

    1. Transfer ke Amiril 19 Juli 2020 hingga 30 September 2020 total Rp326.500.000
    2. Transfer ke Ainul Faqih atas perintah Ainul Faqih pada 19 Agustus 2020 sebesar Rp50 juta
    3. Transfer ke Syaihul Anam ke Bank Mandiri sejumlah Rp102 juta
    4. Transfer Andreau Misanta Pribadi pada 14 September 2020 totalnya Rp57 juta
    5. Transfer ke Kebun Rato Durian Musang King terkait pembelian durian total Rp29.850.000
    6. Transfer ke Fatma Tanjung total Rp130 juta
    7. Transfer ke Indah Farida Rp5 juta
    8. Transfer ke Makmun Soleh Rp25 juta
    9. Transfer ke Teti Yumiati Rp30 juta
    10. Transfer ke Viza Irfa Islami Rp50 juta.

    Syaihul diperiksa sebagai saksi untuk enam terdakwa yang terjerat kasus dugaan korupsi izin ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur. Terdiri atas mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo; asisten pribadi Edhy, Amiril Mukminin; dan staf khusus menteri kelautan dan perikanan Safri.

    Kemudian staf istri menteri kelautan dan perikanan Ainul Faqih; staf khusus menteri kelautan dan perikanan Andreau Pribadi Misanta; dan Siswadhi Pranoto Loe. Mereka diduga sebagai pihak penerima dan perantara suap izin ekspor BBL.

    Edhy Prabowo bersama-sama Andreau Pribadi Misanta, Safri, Amiril Mukminin, Ainul Faqih, dan Siswadhi Pranoto Loe didakwa menerima hadiah atau janji sebesar US$77 ribu dan Rp24,6 miliar. Uang berasal dari pemilik PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP) Suharjito dan sejumlah eksportir BBL.

    Suharjito telah divonis dua tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan. Dia mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Cibinong.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id