Suap Angin Prayitno Rp15 M, PT GMP Tutupi Lewat Donasi Fiktif

    Fachri Audhia Hafiez - 22 September 2021 15:35 WIB
    Suap Angin Prayitno Rp15 M, PT GMP Tutupi Lewat Donasi Fiktif
    Sidang pembacaan dakwaan Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kemenkeu Angin Prayitno Aji dan eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez



    Jakarta: PT Gunung Madu Plantations (GMP) diduga menyabotase keuangan perusahaan untuk memenuhi permintaan mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Angin Prayitno Aji. Perusahaan menutupi pemberian Rp15 miliar untuk Angin dengan alasan donasi berupa bantuan sosial.

    "Padahal bantuan tersebut bersifat fiktif," kata salah satu jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu, 22 September 2021.

     



    PT GMP wajib membayar Rp19,8 miliar untuk tahun pajak 2016. Namun, terjadi kongkalikong untuk pemenuhan pajak tersebut.

    Konsultan pajak dari PT GMP Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi menyetujui fee Rp15 miliar. Fulus diberikan kepada Angin dan eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani, yang juga berstatus terdakwa.

    General Manager PT GMP, Lim Poh Ching, memerintahkan Asisten Service Manager PT GMP, Iwan Kurniawan, menyediakan Rp15 miliar. Caranya membuat pengeluaran yang dicatatkan sebagai form bantuan fiktif.

    Donation form untuk bantuan sosial Teluk Betung Barat dan Desa Kedaton tertanggal 15 Januari 2018. Masing-masing daerah diberi bantuan Rp5 miliar.

    "Lalu, donation form untuk bantuan sosial Gunung Sugih tertanggal 17 Januari 2018 sebesar Rp5 miliar," ujar jaksa.

    Angin dan Dadan didakwa menerima suap Rp15 miliar dan SG$4 juta (sekitar Rp42,1 miliar) terkait hasil rekayasa penghitungan pajak. Perbuatan itu juga dilakukan bersama-sama empat anggota Tim Pemeriksa Pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, Yulmanizar, dan Febrian.

    Mereka merekayasa hasil penghitungan pajak pada wajib pajak PT GMP untuk tahun pajak 2016. Lalu, wajib pajak PT Bank Pan Indonesia (Panin) Tbk tahun pajak 2016 dan PT Jhonlin Baratama (JB) untuk tahun pajak 2016 dan 2017.

    Angin dan Dadan didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

    Baca: KPK Dalami Pemberian Uang oleh Konsultan ke Pejabat Ditjen Pajak
     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id