Imam Nahrawi Dicecar 20 Pertanyaan - Medcom

    Imam Nahrawi Dicecar 20 Pertanyaan

    Ilham Pratama Putra - 27 September 2019 19:44 WIB
    Imam Nahrawi Dicecar 20 Pertanyaan
    Mantan Menpora Imam Nahrawi saat dibawa ke rutan. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
    Jakarta: Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekitar delapan jam. Dia diusut dalam kasus suap penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

    "Tadi sudah diperiksa kurang lebih ada 20 pertanyaan," kata pengacara Imam, Soesilo Aribowo, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jum'at, 27 September 2019.

    Menurut dia, Imam dicecar soal hubungannya dengan beberapa tersangka. Mereka di antaranya asisten pribadi (aspri) Imam, Miftahul Ulum; Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy; dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy.

    "Hanya mengenai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dari menteri, kemudian kenal beberapa orang. Hanya berkisar soal itu kemudian proses-proses pemberian bantuan dari Kemenpora itu kayak apa seperti itu," ujar dia.

    Di sisi lain, Soesilo menyayangkan penahanan kliennya. Namun, dia menilai penyidik cukup profesional dalam menangani kasus Imam. "(Penahanan) ini tetap kita hormati," jelas Soesilo.

    Sebelumnya, Imam tiba di Gedung KPK pada pukul 10:06. Imam akhirnya keluar dari gedung pukul 18:16 WIB dengan rompi tahanan oranye tahanan KPK. Imam dibawa di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdan Jaya, Guntur, Jakarta Selatan, untuk penahanan awal selama 20 hari.

    Imam menyatakan siap mengikuti proses hukum. "Demi Allah, Allah itu Maha Baik dan takdirnya tidak pernah salah. Makanya doakan saya menjalani proses hukum yang saya jalani ini. Semoga semua berjalan dengan baik," ujar Imam.

    Imam ditetapkan sebagai tersangka bersama Miftahul Ulum. Dia diduga menerima suap dan gratifikasi sebanyak Rp26,5 miliar melalui Ulum.

    Pemberian uang itu sebagai komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018. Imam menerima suap dan gratifikasi itu sebagai ketua Dewan Pengarah Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan menpora.

    Penetapan tersangka Imam hasil pengembangan lima tersangka. Mereka adalah Ending Fuad Hamidy, Jhonny E Awuy, Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Pumamo, dan staf Kemenpora Eko Tryanto. Kelimanya telah divonis bersalah di pengadilan tingkat pertama.

    Imam dan Miftahul dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id