Tiga Peretas Data Pribadi Ditangkap

    Siti Yona Hukmana - 24 Januari 2020 18:57 WIB
    Tiga Peretas Data Pribadi Ditangkap
    Polisi merilis penangkapan tiga peretas data pribadi. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Penyidik Sub Direktorat (Subdit) Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap tiga peretas data pribadi berskala internasional. Mereka berinisial K, 35, MA, 23, dan AN, 26. 

    "Kita lakukan penangkapan pada 20 Desember 2019. K ditangkap di Yogyakarta, MA dan AN di Jakarta," kata Kasubdit II Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Himawan Bayu Aji di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Januari 2020. 

    Himawan mengatakan ketiga tersangka melakukan peretasan dengan menciptakan sistem Malware atau JS Sniffer. Itu merupakan suatu program yang dirancang dengan tujuan untuk merusak dan menyusup ke sistem komputer.  

    Malware menginfeksi banyak komputer dengan masuk melalui email, unduhan internet atau program yang terinfeksi virus. Pelaku kemudian dengan mudah mencuri data dan informasi dari korban. 

    Himawan menjelaskan tersangka menyebarkan virus malware kepada e-commerce sehingga bisa didapatkan data-data yang berkaitan dengan pemilik kartu kredit atau website. "Lalu, digunakan tersangka untuk membeli barang-barang," ungkap Himawan.

    Tindak kriminal itu, lanjut Himawan tidak hanya dilakukan di dalam negeri. Mereka juga menyasar korban di luar negeri.

    "Beberapa negara yang mengalami kerugian atas perbuatan tersangka antara lain di Inggris, Afrika Selatan, Hongkong, Jerman, Amerika, Belanda," bebernya.

    Menurut Himawan, sifat kejahatan siber adalah borders dan anonymous. Dua sifat kejahatan siber itu digunakan tersangka tanpa identitas untuk bisa melakukan kegiatan-kegiatan lintas batas.

    "Sekarang sedang dilakukan penyidikan dan ini akan dikembangkan terus sampai jaringannya, baik itu secara nasional maupun internasional," tuturnya.

    Himawan mengatakan kasus ini terendus dua bulan sebelum penangkapan. Setelah mendapatkan informasi, kata dia, pihaknya melakukan kerja sama dengan komunitas siber, sektor publik dan swasta untuk mengungkap kasus tersebut. Langkah kerja sama yang ditempuh yakni dengan diskusi dan investigasi bersama.

    Polisi menyita sejumlah barang bukti seperti komputer, laptop, telepon genggam, token dan router. "Ini yang digunakan oleh tersangka untuk melakukan kegiatannya," ucap Himawan.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id