29 Saksi Diperiksa Terkait Pidana Perbankan Sadikin Aksa

    Siti Yona Hukmana - 16 April 2021 17:18 WIB
    29 Saksi Diperiksa Terkait Pidana Perbankan Sadikin Aksa
    Mantan Direktur PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa. MI/Soleh



    Jakarta: Polisi mengusut kasus dugaan tindak pidana perbankan Direktur Utama (Dirut) PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa dari keterangan puluhan saksi. Penyidik memanggil saksi dengan beragam latar belakang untuk mendalami kasus tersebut.

    "Sampai saat ini penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 26 orang saksi dan tiga saksi ahli, yang meliputi ahli pidana, ahli tata negara, dan ahli korporasi," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 16 April 2021.






    Namun, Ramadhan tidak membeberkan identitas masing-masing saksi. Begitu juga hasil pemeriksaan 29 saksi tersebut karena informasi tersebut masuk materi penyidikan.

    "Selanjutnya, langkah yang dilakukan penyidik melakukan koordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) dan melakukan pemberkasan," ujar Ramadhan.

    Sadikin Aksa ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 10 Maret 2021. Dia diduga sengaja mengabaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari OJK.

    Kasus bermula saat PT Bank Bukopin Tbk ditetapkan sebagai bank dalam pengawasan intensif oleh OJK sejak Mei 2018 karena permasalahan tekanan likuiditas. Kondisi tersebut semakin memburuk sejak Januari hingga Juli 2020.

    Baca: Sadikin Aksa Penuhi Panggilan Kedua Polri

    OJK mengeluarkan kebijakan dalam rangka upaya penyelamatan Bank Bukopin. Di antaranya, OJK menerbitkan perintah tertulis kepada Dirut PT Bosowa Corporindo atas nama Sadikin Aksa melalui surat nomor SR-28/D.03/2020 tertanggal 9 Juli 2020.

    Surat itu berisi perintah tertulis pemberian kuasa khusus kepada Tim Technical Assistance (Tim TA) dari PT BRI untuk menghadiri dan menggunakan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk. Pemberian kuasa dan penyampaian laporan pemberian surat kuasa paling lambat diserahkan ke OJK pada 31 Juli 2020.

    Sadikin tidak melaksanakan perintah tersebut. Terdapat fakta Sadikin mengundurkan diri sebagai Dirut Bosowa Corporindo pada 23 Juli 2020. Namun, Sadikin masih aktif dalam kegiatan bersama para pemegang saham Bank Bukopin maupun pertemuan dengan OJK pada 24 Juli 2020.

    Dia diduga melanggar Pasal 54 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. Sadikin terancam hukuman pidana penjara paling singkat dua tahun dan denda paling sedikit Rp5 miliar atau pidana penjara paling lama enam tahun dan pidana denda paling banyak Rp15 miliar.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id