Mantan Ketua Tim Teknis Proyek KTP-el Diperiksa KPK

    Fachri Audhia Hafiez - 14 Oktober 2020 12:50 WIB
    Mantan Ketua Tim Teknis Proyek KTP-el Diperiksa KPK
    Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP berbasis elektonik (KTP-el) Husni Fahmi. Ia akan diperiksa sebagai saksi kasus korupsi pengadaan KTP-el dengan tersangka mantan Ketua Konsorsium Percetakan Negara RI (PNRI) Isnu Edhi Wijaya (ISE).

    "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ISE," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Husni juga berstatus tersangka dalam perkara ini. Namun, ia diperiksa dengan kapasitas sebagai Staf Pusat Teknologi Informasi, Komunikasi Badan Pengkajian, dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang ditunjuk sebagai pemimpin tim teknis proyek.

    Baca: Korupsi KTP-el Biang Kurangnya Blanko

    Selain Husni dan Isnu, KPK juga menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP-el. Mereka ialah Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos, dan mantan Anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani.

    Penetapan keempat tersangka ini merupakan pengembangan dari perkara yang sebelumnya turut menyeret mantan Ketua DPR Setya Novanto. KPK telah memproses 14 tersangka dalam perkara dugaan korupsi KTP-el.

    Miryam, Isnu, Husni, dan Paulus dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor‎ sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 huncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id