Anggota KKB yang Tewas Diduga Terlibat Penembakan TGPF

    Siti Yona Hukmana - 27 Oktober 2020 09:57 WIB
    Anggota KKB yang Tewas Diduga Terlibat Penembakan TGPF
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker terlibat kontak senjata dengan Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi. Aksi itu menewaskan anggota KKB, Rubinus Tigau.

    "Anggota KKB yang meninggal dunia terlibat dalam penembakan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF kematian Pendeta Yeremia Zanambani) beberapa waktu lalu seusai melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Awi Setiyono dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Oktober 2020. 

    Menurut dia, kontak senjata itu terjadi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Senin, 26 Oktober 2020, sekitar pukul 05.00 hingga 10.00 WIT. Petugas juga menangkap anggota KKB lainnnya, Hermanus Tipagau, dalam peristiwa itu.

    Baca: Tim Gabungan TNI-Polri di Sugapa Tewaskan Satu KKSB

    "Ada 50 orang bersenjata diduga KKB melakukan perlawanan terhadap tim gabungan TNI-Polri sehingga tim mengambil tindak tegas dan terukur," jelas Awi.

    KKB pimpinan Sabinus Waker memiliki catatan kriminal di Papua. Mereka pernah menyerang personel Brigade Mobil (Brimob) Mabes Polri pada 2015. 

    Kelompok yang menamakan diri Kemabu ini juga kerap merampas harta warga di Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Mereka diduga merekrut remaja, bahkan yang masih di bawah umur, sebagai 'tameng hidup' agar mudah melarikan diri.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id