Tiga Saksi Kasus Importasi Tekstil di Batam Diperiksa

    Siti Yona Hukmana - 09 Juli 2020 23:24 WIB
    Tiga Saksi Kasus Importasi Tekstil di Batam Diperiksa
    Ilustrasi Kejaksaan Agung. Dok. Media Indonesia
    Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut kasus dugan tindak pidana korupsi importasi tekstil pada Ditjen Bea dan Cukai tahun 2018-2020. Tiga orang saksi diperiksa dalam kasus tersebut.  

    "Pemeriksaan saksi tersebut dilakukan guna mencari serta mengumpulkan bukti tentang tata laksana proses importasi barang (komiditas dagang) dari luar negeri khususnya untuk tekstil dari India yang mempunyai pengecuali tertentu dengan barang importasi lainnya serta mencari fakta bagaimana proses pengukuran volume kapal yang dilaksanakan oleh tim drafting PT Sucofindo," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono, di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2020.

    Ketiga orang yang diperiksa itu, yakni Kepala Bidang Inspeksi Umum PT Sucofindo, Dadang Sulfandri; Inspektur pada PT Sucofindo Cabang Batam, David Maulana; dan Direktur CV Kahuripan Jaya, Mahayo Pudjiarto. Pemeriksaan ketiga saksi tetap memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan covid-19.

    Salah satunya dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dan penyidik yang sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Para saksi juga diwajibkan mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

    Sebelumnya, Kejagung telah memeriksa sembilan saksi. Mereka, yakni Direktur PT Ciptagria Mutiarabusana, Robert; Direktur PT Berkas Anugerah Shabilla Batam, Dewi Sulastri; pimpinan Kerja Sama Operasional (KSO) Sucofindo-Surveyor Indonesia, Erwin Ernano Hoesni; dan Saiful Amri Sinaga sebagai Pelaksana Pemeriksa Bidang Penindakan dan Penyidikan KPU Bea Cukai Batam.

    Kemudian enam pejabat bea cukai, yaitu Kepala Kantor KPU Bea Cukai Batam, Susila Brata; Kabid PFPC 1 KPU Bea Cukai Batam, Yosef Hendriyansyah; Kabid 2 KPU Bea dan Cukai Batam, Mohammad Munif.

    Baca: Mahfud: Malu Negara Dipermaikan Djoko Tjandra

    Saksi lainnya, yakni Kepala Seksi Intelijen II KPU Bea Cukai Batam, Anugrah Arif Setiawan; serta Ramadhan Utama dan Randuk Marito Siregar selaku Pemeriksa Barang pada KPU Bea Cukai Batam.

    Seluruh saksi diinterogasi untuk mengumpulkan bukti tentang tata laksana proses importasi barang dari luar negeri. Khususnya, tekstil yang mempunyai pengecuali tertentu dengan barang importasi lainnya.

    Kejagung menetapkan lima orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) importasi tekstil pada Ditjen Bea Dan Cukai tahun 2018-2020. Kelima orang tersebut berinisial MM, DA, HAW, KS, dan IR.

    Para tersangka diduga mengetahui dan bertanggung jawab terhadap pelayanan pabean dan cukai di KPU Bea Cukai Batam. Para tersangka juga kerap melayani dan mengurus importasi tekstil dari Singapura ke Batam yang dilakukan PT Fleming Indo Batam dan PT Peter Garmindo Prima.
     
    Kelima orang tersebut dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. Selanjutnya subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id