• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kesaksian Anak Buah Riza Chalid Diragukan

Fachri Audhia Hafiez - 07 Desember 2018 00:46 wib
Terdakwa kasus dugaan merintangi penyidikan KPK, Lucas (kedua
Terdakwa kasus dugaan merintangi penyidikan KPK, Lucas (kedua dari kiri). Foto: MI/Mohamad Irfan

Jakarta: Terdakwa Lucas meragukan kesaksian Sekretaris PT Gajendra Adhi Sakti, Dina Soraya. Penasehat hukum Lucas, Aldres Napitupulu mengatakan, banyak inkonsistensi keterangan Dina di berita acara pemeriksaan (BAP) dan saat persidangan.

"Ditanya ini jawab A, nanti diingetin di BAP saudara jawab B, oh iya B. Loh kenapa tadi bilang A, oh iya saya lupa. Dia ada sakit lupa atau enggak benar-benar lupa," kata Aldres di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

Tim penasehat hukum Lucas akan menggali keterangan dari saksi-saksi yang akan dihadirkan pada persidangan berikutnya. Termasuk kesaksian Dwi Hendro Wibowo alias Bowo, pegawai PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) yang sempat tertunda.

Aldres mengaku akan menekankan pertanyaan pada saksi Bowo mengenai komunikasi dengan Dina. Bowo diduga turut serta dalam upaya pelarian PT Paramount Enterprise International Eddy Sindoro dari penyidik KPK.

"Karena BAP Dina dengan BAP Bowo sudah banyak pertentangannya. Ditambah dengan keterangan Dina di persidangan ini, dengan yang di BAP sudah banyak pertentangannya," ujar Aldres.

Anak buah taipan Muhammad Riza Chalid itu dinilai kerap memberikan keterangan tidak tahu atau lupa di hadapan majelis hakim. Selain itu, Dina juga dicecar mengenai bukti keterlibatan Lucas yang dinilai sering berkomunikasi dengan dirinya melalui aplikasi 'FaceTime'.

Baca: Lucas Pertanyakan Akun FaceTime yang Diungkap Saksi

Lucas sebelumnya didakwa merintangi penyidikan KPK dalam kasus yang menjerat petinggi PT Paramount Enterprise International Eddy Sindoro. Lucas menyarankan Eddy yang telah berstatus tersangka tidak kembali ke Indonesia agar terhindar dari pemeriksaan lembaga antirasuah.

Lucas didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(DMR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.