comscore

KPK Berpeluang Jerat Tersangka Baru di Kasus Suap Hakim Itong

Candra Yuri Nuralam - 15 Maret 2022 08:51 WIB
KPK Berpeluang Jerat Tersangka Baru di Kasus Suap Hakim Itong
Plt juru bicara KPK, Ali Fikri. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan suap penangan perkara di Pengadilan Negeri Surabaya. Lembaga Antikorupsi tengah mempertajam bukti keterlibatan pihak lain.

"Segala informasi dari proses penyidikan ini kami pastikan terus dikembangkan dan dianalisa lebih lanjut oleh tim penyidik KPK," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri kepada Medcom.id, Selasa, 15 Maret 2022.
KPK menduga tersangka sekaligus Hakim nonaktif Itong Isnaeni Hidayat tidak hanya menerima uang suap dari satu kasus. KPK mendapatkan informasi terkait adanya beberapa pihak yang turut memberikan uang ke Itong dalam sejumlah perkara.

Pemberian itu dipastikan bakal diselisik. KPK saat ini masih fokus menyelesaikan berkas kasus pertama.

"Saat ini, masih fokus pembuktian unsur pasal terhadap dugaan perbuatan tersangka IIH (Itong Isnaeni Hidayat) dan kawan-kawan," ujar Ali.

KPK semakin yakin Hakim nonaktif Itong Isnaeni Hidayat menerima suap terkait penanganan perkara. Sebanyak enam saksi dimintai keterangan untuk mendalami dugaan penerimaan suap itu pada Selasa, 8 Maret 2022.
 
"Seluruh saksi memenuhi panggilan tim penyidik dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan aliran sejumlah uang untuk setiap penanganan perkara yang sidangnya dipimpin oleh tersangka IIH (Itong Isnaeni Hidayat)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Rabu, 9 Maret 2022.

Baca: KPK Usut Rencana Awal 'Guyuran' Uang untuk Hakim Itong
 
Keenam saksi itu, yakni panitera pengganti Pengadilan Negeri Surabaya klas IA khusus, R Joko Purnomo; tiga pengacara, Darmaji, Dodik Wahyono, dan Rachmat Harjono Tengadi; serta dua pihak swasta, Made Sri Manggalawati dan Ahmad.

KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Mereka, yakni Itong Isnaeni Hidayat, Panitera Pengganti Hamdan, dan Pengacara Hendro Kasiono.
 
Hendro dijerat Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
Sementara itu, Itong dan Hamdan dijerat Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id