comscore

Belum Ikrar Setia kepada NKRI, Polisi Ultimatum 1.125 Anggota NII

Siti Yona Hukmana - 28 April 2022 19:36 WIB
Belum Ikrar Setia kepada NKRI, Polisi Ultimatum 1.125 Anggota NII
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Polri meminta 1.125 anggota kelompok teroris Negara Islam Indonesia (NII) untuk segera mencabut baiat. Ribuan anggota itu akan ditindak apabila tak kunjung sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Bagi yang terkespose sejumlah 1.125 orang harus sudah cabut baiat paling lambat tanggal 20 Mei 2022 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 28 April 2022. 
Ramadhan menegaskan akan melakukan penegakan hukum jika masih ada anggota yang belum mencabut baiat dengan NII. Ultimatum itu disampaikan Polri untuk mencegah aksi teror sejak dini. 

"Perlu kami sampaikan ancaman teror dalam bentuk apa pun dan dalam eskalasi apa pun ini tentunya dapat membuat situasi menjadi distabililitas dan meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, jaminan keamanan dan ketertiban harus betul-betul diwujudkan," ujar jenderal bintang satu itu. 

Baca: 1.125 Orang Bergabung ke NII di Sumbar

Sebanyak 391 orang yang terpapar aliran NII telah melakukan prosesi pencabutan baiat pada Rabu, 27 April 2022. Artinya, 391 orang yang tergabung dalam kelompok jaringan NII menyatakan ikrar setia kembali pangkuan NKRI. 

Pembacaan ikrar setia berlangsung di Auditorium kantor Bupati Dharmasraya, Rabu sore, 27 April 2022. Dalam pembacaan sumpah setia massal ini, turut disaksikan langsung oleh Kadensus 88 AT Polri Irjen Pol Marthinus Hukom, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa P, Danrem 032 Wirabraja, Kabinda Sumbar, Pejabat Utama Polda Sumbar, Bupati Dharmasraya, Kapolres Dharmasraya serta para tokoh lainnya.

Kadensus 88 Antiteror Polri, Irjen Marthinus Hukom menyampaikan, pihaknya hadir tidak saja sebagai aparat penegak hukum. Melainkan juga sebagai bagian dari anak bangsa untuk merangkul saudara-saudara sebangsa yang mungkin di antaranya menjadi korban karena ketidaktahuan.

"Pemerintah melakukan pendekatan kepada saudara kita yang melakukan penyimpangan, memahami suatu yang salah. Kami ingin duduk bersama merangkul dengan penuh kasih sayang," kata Marthinus di Dharmasraya, Rabu, 27 April 2022.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id