comscore

Sekretaris Direktur Impor Kemendag Diperiksa Terkait Korupsi Impor Baja

Tri Subarkah - 25 Mei 2022 01:03 WIB
Sekretaris Direktur Impor Kemendag Diperiksa Terkait Korupsi Impor Baja
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa sekretaris Direktur Impor pada Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan sebagai saksi. Pemeriksaan dilakukan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi impor besi atau baja.

"Diperiksa terkait alur surat masuk dan keluar di Direktorat Impor," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana melalui keterangan tertulis, Selasa, 24 Mei 2022.
Ia menerangkan saksi yang diperiksa berinisial HNS, selaku honorer sekretaris Direktur Impor. Selain HNS, Kejagung memeriksa saksi berinisial SR alias L selaku staf pelaksana/sekretaris Direktur yang menjabat pada 1991 sampai 2019. Materi pemeriksaan SR alias L sama dengan HNS.

Saksi lain yang diperiksa penyidik ialah AS selaku honorer di bagian tata usaha untuk membantu pengurusan pencairan keuangan Direktorat Impor. Ketut menjelaskan AS diperiksa terkait alur surat menyurat dan penomoroan surat di direktorat tersebut.

Baca: Kejagung Apresiasi Rencana Pembentukan Tim Pemberantas Mafia Tanah

Sementara itu, saksi keempat yang berasal dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) adalah E selaku staf Tata Usaha yang mengelola anggaran keuangan di Direktorat Impor. Penyidik juga memeriksa saksi dari pihak swasta, yaitu Direktur PT Globalindo Anugerah Jaya Abadi berinisial FS.

"Diperiksa terkait impor besi atau baja dengan menggunakan surat penjelasan (sujel)," terang Ketut.

Perkara yang terjadi dalam kurun waktu 2016 sampai 20121 itu berkaitan dengan importasi besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya, menggunakan sujel yang dikeluarkan Kemendag. Sejauh ini, Kejagung telah menetapkan satu tersangka, yaitu Tahan Banurea selaku Analis Perdagangan Ahli Muda pada Direktorat Impor Ditjen Daglu Kemendag.

Tahan ditersangkakan atas perannya saat menjabat sebagai Kasubag Tata Usaha dan Kasi Barang Aneka Industri pada Direktorat Impor. Menurut Ketut, saat menjabat sebagai Kasi Barang Aneka Industri periode 2018 sampai 2020, Tahan pernah diajak oleh Kasubdit Barang Aneka Industri untuk mengetik konsep sujel.

"Yang disampaikan secara langsung atau lisan oleh Dirjen Daglu (Indrasari Wisnu Wardhana) perihal penjelasan pengeluaran barang," kata Ketut.

Wisnu telah menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekpsor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya, termasuk minyak goreng. Jampidsus Febrie Adriansyah mengatakan Wisnu berpotensi menjadi tersangka lagi di perkara impor besi baja.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id