Penamaan KKB Dianggap Sudah Tidak Relevan

    Nur Azizah - 27 April 2021 10:31 WIB
    Penamaan KKB Dianggap Sudah Tidak Relevan
    Ilustrasi kelompok kriminal bersenjata (KKB). Medcom.id



    Jakarta: Penamaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua dinilai sudah tidak relevan. Beberapa pihak mengusulkan penyebutan KKB menjadi separatis teroris.

    "Hal ini menjadi sebuah tindak kontra-terorisme melalui Resolusi 1373 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Wakil Kepala (Waka) Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Purn Teddy Lhaksmana Widya Kusuma dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa, 27 April 2021.

     



    Teddy mengatakan pemerintah berpeluang segera menuntaskan masalah KKB. Apalagi, kata Teddy, evaluasi operasi di Papua sudah dibahas.

    “Operasi penuntasan KKB harus dilanjutkan,” jelas Teddy.

    Baca: Polri: Kabinda Papua Tak Diincar KKB

    Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua Brigjen Putu IGP Dani NK. Putu ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat berkunjung ke Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

    Kunjungan itu dalam rangka observasi lapangan dan operasi bersama TNI-Polri untuk pemulihan keamanan di sekitar SDN Dambet dan honai milik Kepala Suku Distrik Beoga Benert Tinal yang dibakar KKB pada 17 April 2021.

    Kunjungan itu juga untuk memotong pergerakan KKB ke Illaga. Namun, sekitar pukul 15.50 WIT, Satgas BIN diadang KKB.

    Kontak senjata terjadi di sekitar gereja Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Kabinda Papua itu gugur akibat tertembak di bagian kepala.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id