Sindikat Proyek Fiktif dengan Keuntungan Rp39 Miliar Ditangkap

    Siti Yona Hukmana - 27 Januari 2021 20:13 WIB
    Sindikat Proyek Fiktif dengan Keuntungan Rp39 Miliar Ditangkap
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Sub Direktorat Harta dan Benda (Subdit Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan proyek fiktif. Sindikat ini mengantongi Rp39 miliar hasil menipu hingga pencucian uang.

    "Penipuan penggelapan, pemalsuan, dan pencucian uang proyek fiktif yang bergulir sejak Januari 2019 sampai terkahir dilaporkan korban ke Polda Metro Jaya dan dilakukan penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Januari 2021. 






    Yusri menuturkan kasus terungkap karena laporan dari korban, ARN. Korban merasa ditipu setelah menerima tawaran proyek fiktif oleh sindikat tersebut. 

    Yusri mengatakan ada sejumlah penawaran proyek fiktif oleh tersangka kepada korban. Salah satunya, pembelian lahan Rp24 miliar, dan proyek investasi.

    "Ada sekitar enam proyek yang ditawarkan ke korban. Total kerugian korban Rp39.538.000.000 dari enam penawaran yang dilakukan tersangka ke korban," ungkap Yusri.

    ARN merasa tertipu karena proyek tidak berjalan. Korban melaporkan perbuatan sindikat itu ke Polda Metro Jaya. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/430/I/YAN.2.5/2020/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 21 Januari 2020.

    Polisi langsung menyelidiki dan menangkap tujuh tersangka. Yusri tidak menyebut waktu dan lokasi penangkapan. Ketujuh tersangka itu, yakni pasangan suami istri (pasutri) berinisial DK, dan KA. Kemudian, lima lainnya ialah FCT, BH, FS, DWI, dan CN.

    Namun, polisi tidak menahan seluruh tersangka. Penyidik hanya menahan dua tersangka, yakni pasutri DK dan KA. Keduanya dianggap tidak kooperatif selama pemeriksaan.

    "Selain itu, keduanya berperan aktif dalam melakukan penipuan, penggelapan dan menampung uang hasil kejahatan tersebut. Sedangkan, lima tersangka lainnya tidak dilakukan penahanan karena peranannya pasif dan kelima tersangka tersebut kooperatif," ujar Yusri. 

    Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 ayat (2) KUHP juncto Pasal 3,4,5 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Para tersangka terancam hukuman di atas lima tahun penjara.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id