ICW Curiga Pimpinan KPK Mau Menghambat Penanganan Perkara

    Candra Yuri Nuralam - 16 Mei 2021 07:08 WIB
    ICW Curiga Pimpinan KPK Mau Menghambat Penanganan Perkara
    Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana (tengah). Foto: MI/Susanto



    Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menyayangkan polemik 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinonaktifkan. ICW menilai pimpinan KPK ingin menghambat penanganan kasus dari penonaktifan pegawai itu.

    "ICW meyakini motif di balik pemberhentian itu juga menyasar pada upaya pimpinan KPK untuk menghambat penanganan perkara besar yang sedang diusut," kata peneliti dari ICW Kurnia Ramadhana melalui keterangan tertulis, Sabtu, 15 Mei 2021.

     



    Kurnia mengatakan pengusutan perkara bisa berantakan dengan penonaktifan para pegawai. Pimpinan KPK dinilai sedang mengobrak-abrik Lembaga Antikorupsi.

    "Misi utama pimpinan KPK berhasil, yakni menyingkirkan puluhan pegawai KPK yang selama ini dikenal berintegritas dan memiliki rekam jejak panjang selama bekerja di institusi antirasuah itu," ujar Kurnia.

    ICW juga menilai upaya penonaktifan 75 pegawai itu melanggar hukum. Pimpinan KPK hanya mengacu pada hasil tes wawasan kebangsaan dalam menonaktifkan pegawainya, buka hukum yang berlaku.

    "Tes wawasan kebangssan sendiri sama sekali tidak diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019, Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2020, dan bertolak belakang dengan perintah putusan Mahkamah Konstitusi," tutur Kurnia.

    Baca: 75 Pegawai KPK Memiliki Lima Opsi untuk Menghindari Pemecatan

    Sebelumnya, penyidik KPK Novel Baswedan dinonaktifkan karena gagal dalam tes wawasan kebangsaan. Dia dinonaktifkan saat tengah menangani kasus besar.

    "Saya ada kasus menangani mafia hukum," kata Novel saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 11 Mei 2021.

    Novel tidak memerinci mafia hukum yang dimaksud. Dia juga enggan memerinci kasus tersebut sudah masuk di tahap penyelidikan atau penyidikan.

    Namun, bukan hanya Novel yang dinonaktifkan saat menangani kasus. Menurut Novel, ada pegawai yang tengah menangani kasus besar malah dinonaktifkan.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id