Polisi Diduga Rekayasa Sengketa Tanah Dilaporkan ke Mabes

    Cindy - 10 Januari 2020 11:39 WIB
    Polisi Diduga Rekayasa Sengketa Tanah Dilaporkan ke Mabes
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Lima polisi dari Polda Jawa Barat (Jabar) dilaporkan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri. Mereka diduga merekayasa kasus sengketa tanah di Cigudeng, Bogor, Jawa Barat.

    Aduan dilayangkan dengan nomor laporan 10/ANDIS/L/LP/I/2020 tertanggal 6 Januari 2020. Para terlapor yakni Kombes SA, AKBP MA, AKBP HI, Kompol YA, dan Brigadir ANG.

    Korps Bhayangkara berjanji berhati-hati dalam memeriksa laporan ini. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan.

    "Tentunya nanti kita klarifikasi apakah itu laporan memenuhi unsur pidana atau tidak," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Argo Yuwono di Pusat Latihan Multifungsi Mabes Polri, Gunung Putri, Bogor, Jumat, 10 Januari 2020.

    Mabes Polri memerlukan waktu untuk mendalami laporan. Polisi akan memanggil pelapor dan saksi untuk dimintai keterangan. Barang bukti juga akan diperiksa. 

    Jenderal bintang satu itu mengatakan seandainya terbukti memenuhi unsur pidana, kelima anggota Polda Jabar itu akan ditindak. Sebaliknya, jika tidak ditemukan tindak pidana, kasus dihentikan.

    Kasus bermula pada 29 Oktober 2018, saat warga Bogor, ASR, menjual tanah 40 hektare kepada PT T. Sesuai perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) antara ASR dengan PT T, pembayaran dilakukan melalui tiga termin.

    Pembayaran pertama lancar tanpa kendala. Namun, pada termin kedua yang jatuh tempo pada Februari 2019, PT T disebut tidak melakukan pembayaran. ASR melayangkan somasi agar PT T memenuhi kewajibannya, tetapi tak direspons.

    Lahan 40 hektare itu digunakan PT T sebagai tambang galian tanpa izin. PT T diperkirakan meraup keuntungan hingga Rp25 miliar sejak perjanjian PPJB antara ASR dan PT T dibatalkan.

    Pada 13 April 2019, ASR melaporkan direktur utama PT T ke Polda Jabar. Laporan tersebut tak ditindaklanjuti. Sebaliknya, Polda Jabar merespons laporan balik dari PT T terhadap ASR. Dia dituding menipu, melakukan penggelapan, dan pemalsuan surat. 



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id