Ketua DPR Minta Kasus Pelesiran Koruptor Tak Berulang

    Arga sumantri - 17 Juni 2019 14:55 WIB
    Ketua DPR Minta Kasus Pelesiran Koruptor Tak Berulang
    Ketua DPR Bambang Soesatyo. ANT/Reno Esnir.
    Jakarta: Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta legislatif dan eksekutif mengevaluasi kasus pelesiran terpidana korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) Setya Novanto. Kasus pelesiran narapidana koruptor itu tak boleh terulang kembali. 

    "Nanti saya minta dan mendorong Komisi III untuk melakukan pembahasan dengan Kementrian Hukum dan HAM untuk mencari solusi agar tidak terulang kembali," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 17 Juni 2019.

    Baca: Penahanan Setnov di Lapas Gunung Sindur Sementara

    Bamsoet menilai mekanisme yang ada di lembaga pemasyarakatan (lapas) harus ditinjau ulang. Meski aturan yang ada di lapas sudah cukup ketat.

    "Sekarang tinggal bagaimana aturan itu diterapkan secara adil, karena jangan melihat narapidana itu sebagai seseorang yang dihabisi. Mereka yang di sana orang-orang yang sedang dibina oleh negara untuk kembali ke jalan yang benar," kata politikus Partai Golkar itu. 

    Terpidana kasus korupsi mega proyek KTP-el Setya Novanto kembali berulah. Setnov tertangkap pelesiran bersama perempuan yang diduga istrinya, Deisty Tagor, ke toko bahan bangunan di bilangan Padalarang, Bandung, Jumat, 15 Juni 2019. Sebelumnya, Setnov minta izin kepada pengawal naik ke lantai 3 RS Santosa, Bandung, untuk membayar tagihan.

    Atas kejadian itu, Novanto sementara dipindahkan ke ruang observasi Rumah Tahanan (Rutan) Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum dan HAM Jawa Barat Abdul Aris mengatakan pemindahan Novanto ke LP Gunung Sindur ditentukan dari hasil evaluasi selama masa penahanan sementara.

    Kasus pelesiran koruptor kelas kakap seolah lumrah terjadi. Selain Novanto, ada beberapa terpidana korupsi pernah melakukan hal tidak terpuji tersebut. Mereka di antaranya mantan Wali Kota Palembang Romi Herton yang tepergok mendatangi rumah istri mudanya di Jalan Kuningan Raya No 101, Kelurahan Antapani Tengah, Bandung.

    Baca: Kemenkumham: Hanya Novanto yang Hobi Pelesiran

    Terpidana korupsi sistem komunikasi radio terpadu di Kementerian Kehutanan Anggoro Widjojo juga empat kali berkunjung ke Apartemen Gateway, Bandung, yang hanya berjarak 3,5 kilometer dari Lapas Sukamiskin. Selanjutnya, terpidana korupsi kasus impor daging sapi Luthfi Hasan Ishaaq juga ketahuan pernah mengunjungi rumahnya di Kompleks Panorama Alam Parahyangan, Bandung.



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id