Data Penduduk Bocor, Bareskrim Bakal Panggil Dirut BPJS Kesehatan

    Theofilus Ifan Sucipto - 21 Mei 2021 23:46 WIB
    Data Penduduk Bocor, Bareskrim Bakal Panggil Dirut BPJS Kesehatan
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bakal memanggil Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ali Ghufron Mukti. Pemanggilan terkait bocornya data 279 juta penduduk secara daring di Raid Forums.

    “Dipanggil untuk dimintai klarifikasi pada Senin, 24 Mei 2021,” kata Direktur Tindak Pidana Siber (Dir Tipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi saat dihubungi, Jumat, 21 Mei 2021.

     



    Ali bakal dikorek ihwal pihak-pihak yang mengoperasikan data pribadi warga di basis data BPJS Kesehatan. Klarifikasi Ali bakal dikantongi sebagai penyelidikan awal.

    “Kemudian lanjut (penyelidikan) digital forensik,” ujar Slamet.

    Masyarakat kembali dikejutkan dengan informasi terkait kebocoran data milik 279 juta penduduk dan telah dijual secara online. Data itu diduga berasal dari BPJS Kesehatan.
     
    Baca: Komisi IX Diminta Segera Panggil BPJS Kesehatan Soal Kebocoran Data

    Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf, menyebut BPJS Kesehatan masih menelusuri informasi kebocoran data. Penelusuran memastikan kebenaran rumor yang beredar.

    "Kami sudah mengerahkan tim khusus untuk sesegera mungkin melacak dan menemukan sumbernya,” ujar Iqbal.
     
    Iqbal menegaskan BPJS Kesehatan konsisten dalam memastikan keamanan data peserta. Seluruh kerahasiaan data terjamin dan tersimpan dengan pengamanan berlapis.

    Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut sampel data pribadi yang beredar telah diinvestigasi sejak 20 Mei 2021.
     
    “Investigasi menemukan bahwa akun bernama Kotz menjual data pribadi di Raid Forums. Akun Kotz merupakan pembeli dan penjual data pribadi atau reseller,” ujar Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi, dalam pernyataan resmi.
     
    Dedy juga menyebut bahwa data sampel yang ditemukan tidak berjumlah satu juta seperti klaim penjual, melainkan 100.002 data. Kominfo menemukan bahwa sampel data diduga kuat identik dengan data BPJS Kesehatan.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id