Polisi Buru Komplotan Penipu Sewa Apartemen

    Siti Yona Hukmana - 12 Februari 2020 09:12 WIB
    Polisi Buru Komplotan Penipu Sewa Apartemen
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus merilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Tangerang, Banten, F mengendalikan penipuan di luar lapas. F bersekongkol dengan istri, D dan kakak kandungnya, E, menyewakan unit apartemen.

    "D sama E ini masih dicari, telah masuk daftar pencarian orang (DPO)," Pembantu Unit (Panit) 2 Subdit 3 Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya AKP Adam M Pradana saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020. 

    Dari pengakuan F, motif melakukan penipuan karena faktor ekonomi. Modusnya, F menyewa kamar di beberapa apartemen selama satu minggu. F kemudian menyewakan kembali unit itu dengan durasi sewa lebih panjang. 

    Polisi Buru Komplotan Penipu Sewa Apartemen
    Ilustrasi: Medcom.id

    F menggunakan sang istri, D berperan meyakinkan korban untuk menyewa unit apartemen dengan melakukan video call dan komunikasi langsung. Lalu, kakak kandung berinisial E diberikan tugas sebagai pemberi nomor rekening untuk mentransfer uang ketika cocok dengan unit apartemen tersebut.

    Selain itu, ada dua tersangka lainnya yakni berinisial E dan B. Mereka tak memiliki hubungan dengan narapidana F. Dua tersangka itu direkrut oleh F melalui media sosial. 

    "Dia mendapatkan E dan B dari Facebook," kata Adam. 
     
    Setelah cocok, kemudian penyewa atau korban masuk. Dalam perjalanan, korban diusir oleh pemilik unit apartemen. 

    "Karena saat korban masuk, waktu sewa sudah habis," kata Adam.

    Adam mengatakan pelaku ini beraksi sejak Desember 2019. Ada 15 orang yang telah menjadi korban. Rata-rata korban menyewa untuk satu tahun dengan biaya Rp39 juta.

    Para tersangka beraksi di sejumlah apartemen. Lokasi ini meliputi Apartemen Mediterania, Apartemen Green Pramuka, Apartemen Bassura City, dan Apartemen Kebagusan City. 

    Polisi terus mendalami kasus ini. Adam meyakini ada korban lainnya yang belum teridentifikasi. Sementara itu, para pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.





    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id