Polisi Selisik Penyebar Video Robertus Robet

    Lukman Diah Sari - 08 Maret 2019 13:23 WIB
    Polisi Selisik Penyebar Video Robertus Robet
    Robertus Robet - Foto: instagram.
    Jakarta: Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri tengah menelusuri penyebar video Robertus Robert yang diduga menghina TNI melalui pemantauan sejumlah akun media sosial.

    "Secara teknis sudah dilakukan Ditsiber akun yang menyebarkan melalui Facebook, YouTube, Twitter sudah di-profiling," ujar Dedi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019. 

    Dedi belum bisa memastikan apakah pengunggah dan penyebar video Robertus yang diduga menghina TNI bakal dipidana. Pasalnya, harus lebih dulu melalui gelar perkara. 

    "Kalau sudah jelas, baru nanti disampaikan kalau ada pelanggaran pidana," ucapnya. 

    Dedi mengatakan penyidik akan memanggil ahli ITE untuk diminta keterangan soal unggahan video Robertus. Selain itu, ahli hukum pidana juga dilibatkan. 

    Baca juga: Pemberkasan Kasus Robertus Robet Dikebut

    "Apabila masuk konstruksi hukum maka secara profesional penyidik akan menindak seperti halnya penyebar berita hoaks lainnya seperti RS (Ratna Sarumpaet), tujuh kontainer (surat suara), tiga mak-mak, proses berlaku secara adil," bebernya. 

    Sementara untuk tersangka Robertus, belum akan dilakukan pemanggilan. Lantaran, penyidik Ditsiber Polri masih memverifikasi alat bukti untuk penyempurnaan berkas perkara. 

    Sebelumnya, Robet ditangkap polisi pada Kamis, 7 Maret 2019 pukul 00.30 WIB. Robet dinilai menghina institusi TNI saat berorasi di aksi Kamisan di depan Istana Negara, pekan lalu.  

    Dalam video yang tersebar, Robet menyanyikan mars ABRI dengan mengubah lirik. Namun, Robet segera mengklarifikasi dan meminta maaf. 

    Atas perbuatannya itu Robet disangka melanggar  Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 207 KUHP. 

    Baca juga: Kriminalisasi Robertus Robet Dinilai Berlebihan



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id