comscore

Kejagung Geledah 3 Lokasi di Surabaya Terkait Rasuah Impor Garam Kemedag

Tri Subarkah - 28 Juni 2022 14:54 WIB
Kejagung Geledah 3 Lokasi di Surabaya Terkait Rasuah Impor Garam Kemedag
Kejaksaan Agung. Foto: MI
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) telah meningkatkan kasus rasuah penyalahgunaan impor garam industri di Kementerian Perdagangan (Kemendag) dari penyelidikan ke penyidikan. Kejagung menggeledah tiga lokasi di Surabaya, Jawa Timur. 

"Anak-anak (penyidik) lagi ada operasi di Surabaya terkait (kasus) impor garam," ujar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 28 Juni 2022.
Sementara itu, Direktur Penyidikan Jampidsus Supardi menerangkan penggeledahan guna mengumpulkan alat bukti. Dia memastikan proses penggeledahan dilakukan di Surabaya.

"Pokoknya penggeledahan ada, di tiga lokasi. Sementara di Surabaya," jelas Supardi.

Saat disinggung apakah ada keterlibatan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana dalam perkara itu, Supardi enggan menjawab gamblang. Ia menegaskan proses penyidikan baru dimulai.

"Nanti dulu lah, jangan jauh-jauh dulu lah. Masih konsentrasi ke pelaku-pelakunya dulu lah," ucap dia.
 

Baca: Ini Perbedaan Penanganan Korupsi Garuda di Kejagung dan KPK


Kejagung telah menetapkan Wisnu sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas izin ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya. Di sisi lain, Kejagung sedang mengusut rasuah terkait importasi besi dan baja yang melibatkan Direktorat tempat Wisnu bekerja.

Menurut Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, dugaan korupsi tersebut terjadi pada 2018 dan diduga menimbulkan kerugian perekonomian negara. Dia menyebut pada tahun itu Kemendag menerbitkan aturan impor garam industri pada PT MTS, SM, dan PT UI tanpa proses verifikasi.

Garam yang semula diimpor untuk kebutuhan industri malah dicetak dengan menggunakan label Standar Nasional Indonesia (SNI). Burhanuddin mengatakan kasus tersebut merugikan para UMKM dan berpengaruh pada kegiatan usaha BUMN PT Garam (persero) yang tidak sanggup bersaing dengan harga murah akibat impor berlebih.

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id