comscore

Kejaksaan Ajukan Kasasi terhadap Putusan Banding Kasus Asabri

Antara - 06 Juni 2022 10:19 WIB
Kejaksaan Ajukan Kasasi terhadap Putusan Banding Kasus Asabri
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim) mengajukan kasasi terhadap putusan banding terhadap beberapa terdakwa kasus tindak pidana korupsi PT Asabri (Persero). Jaksa penuntut umum Kejari Jaktim meneken akta permintaan kasasi pada Senin, 30 Mei 2022.

"Penuntut umum menyatakan melakukan upaya hukum kasasi terhadap putusan Pengadilan Tipikor pada PT DKI Jakarta tersebut," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Jaktim Ady Wira Bhakti melalui keterangan tertulis, Senin, 6 Juni 2022.
Ady mengatakan Kejari Jaktim telah menerima pemberitahuan putusan dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terkait perkara tindak korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) PT Asabri, Jumat, 27 Mei 2022. Kasasi diajukan untuk enam terdakwa, yaitu Adam R Damiri, Sonny Widjaja, Hari Setianto, Bachtiar Effendi, Lukman Purnomosidi, dan Jimmy Sutopo.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memotong vonis untuk Direktur Utama PT Asabri periode Maret 2016-Juli 2020 Letjen (Purn) Sonny Widjaja. Sonny sejatinya divonis 20 tahun penjara, namun pengadilan banding justru menyunat hukumannya menjadi 18 tahun.

"Mengubah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sehingga menjatuhkan pidana kepada terdakwa Sonny Widjaja dengan pidana penjara selama 18 tahun dan denda sebesar Rp750 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar diganti kurungan selama 6 bulan," demikian bunyi putusan yang dilihat di laman Mahkamah Agung RI Jakarta, Rabu, 25 Mei 2022.

Baca: Korupsi ASABRI, Teddy Tjokrosapoetro Pertanyakan Keterangan Saksi Soal Transaksi Rekening

Majelis hakim banding memaparkan sejumlah alasan pengurangan hukuman tersebut. Salah satunya, vonis penjara 20 tahun dianggap terlalu berat.

Total delapan terdakwa dalam kasus ini telah mendapatkan vonis hakim. Mereka dinyatakan bersalah melakukan investasi saham, reksadana, medium term note (MTN) atau surat utang jangka menengah dan investasi lainnya yang berisiko tinggi sehingga mengakibatkan kerugian negara senilai Rp22,7 triliun.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id